Jumat, 5 Juni 2026

DKI Turun ke PPKM Level 2, Ketua Bamus Papua dan Papua Barat di Jakarta Frans Ansanay SH : Pak Anies Taat Azas dan Pekerja Keras

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:51 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Jakarta  per tanggal 19 Oktober 2021  sudah masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Artinya sejumlah aktivas dibuka dengan peningkatan tertentu, dan tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Baca Juga : Jubir Demokrat KLB Deli Serdang : Kubu AHY Tebar Fitnah dan Berita Bohong



Aktivitas PPKM  level 2 itu itu diantaranya :  Pertama Tempat ibadah (Masjid, Musala, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), dengan maksimal 75 persen kapasitas dan  ketentuan teknisnya  dari Kementerian Agama.

Kedua  Pembelajaran tatap muka di sekolah SD - SMA secara  terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen

Ketiga Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 100 persen dan 100 persen untuk pesawat terbang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Keempat Apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

Serta aktivitas lainnya yang digunakan masyarakat di area publik. Seperti tempat wisata, bioskop dan lain. Semua aktivitas itu masih dberlakukan prokes ditambah warga yang datang harus sudah divaksin.

Mendapat nilai PPKM level 2 dari Satgas Covid Nasional. Gubernur Jakarta Anies Baswedan (ABW) tetap berpesan kepada warganya   agar setiap pihak menjaga kondisi COVID-19 di Ibu Kota yang semakin landai.

Seperti dilansir detiknews.com, Selasa 19 Oktober 2021 "Kita ingin kondisi ini bisa terjaga terus, tidak hanya pengawasan oleh pemerintah karena sebagian besar dari kegiatan-kegiatan itu berada di wilayah privat yang tidak selalu mudah diawasi oleh aparat penegak aturan," kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (19/10/2021).

Eks Mendikbud itu menuturkan penurunan level PPKM tak hanya berlaku di Jakarta, tapi juga di kawasan Bodetabek lainnya. Karena itu, dia meminta agar pengawasan kegiatan masyarakat dilakukan bersama.

Salah satu aktivitas yang disoroti Anies ialah kegiatan pertemuan di ruangan tertutup saat bekerja maupun berkumpul bersama keluarga. Menurutnya, sampai saat ini aparat kesulitan mengawasi tempat ini.

"Ruang-ruang pertemuan di kantor ruang ruang keluarga di rumah, itu semua adalah tempat-tempat yang tidak selalu mudah dilakukan pengawasan," ujarnya.

"Kita tidak ingin situasi itu berulang, artinya tanggung jawab bersama. Mari kita awasi masing-masing kita ambil peran untuk saling mengingatkan dan apabila kita menyaksikan ada satu aktivitas yang berpotensi bukan hanya melanggar tapi potensi penularan itu bantu untuk dicegah," imbuhnya.

Pesan Orang nomor satu Jakarta, terkait adanya kerjasama semua pihak yang beraktivitas di Jakarta. Disambut baik dan penuh optimisme oleh Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus)   Papua dan Papau Barat,  Willem Frans Ansanay, SH, ketika dihubungi nawacitapost.com, Jumat (22/10/2021).

Pria asal dari Bumi Cendrawasih yang telah puluhan tahun dan menjadi warga Jakarta menyatakan "Sebagai warga DKI Jakarta, kami memberi apresiasi atas keberhasilan Gubernur  DKI menekan laju pandemi covid 19. Kita percaya keberhasilan ini tentu atas kerja keras dan koordinasi dengan pemerintah pusat sehingga berjalan dengan baik," tutur Frans.

"Prinsip kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta sudah teruji keberhasilannya. Beliau bukan tipikal mulut besar, emosional dan marah-marah yang membuat bawahan panik bekerja dibawah tekanan. Keberhasilan menurunkan Pandemi Covid 19 sampai PPKM  level 2 ini menjadi indikator positif kepada Kepala daerah khusus DKI Jakarta sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.  Pak Anies taat azas dan pekerja keras. Kami warga nusantara dan penduduk asli DKI Jakarta dalam wadah-wadah paguyuban, mendukung langkah-langkah Gubernur DKI Jakarta ABW memimpin DKI Jakarta yang lebih baik lagi.

Bahkan sejumlah pengamat memprediksi turunnya Jakarta dari PPKM level 3 ke level 2,  bisa menjadi salah satu modal Anies Baswedan sebagai capres alternatif di 2024.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini