Medan, NAWACITAPOST - Sejumlah organisasi muda dan mahasiswa Nias se kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) mendatangi Polda Sumut, melaporkan dugaan penghinaan suku Nias oleh Condrat Sinaga di akun Facebook miliknya. Condrat menyebut bahwa "perempuan diluar suku Nias bila menikah dengan pria suku Nias, maka perempuan itu harus ditiduri lebih dahului oleh mertuanya."
Baca Juga : Ini Kecaman Keras Wanita Batak Bernama Lidawati Hutagalung ke Condrat Sinaga : Mulutnya Asal Ngomong dan Tolol
Pernyataan Condrat Sinaga itu menyulut gelombang kecaman luar biasa. Kali ini datang dari Pemuda Peduli Nias (PPN), ForMaN USU (Forman Mahasiwa Nias USU), GEMA NIAS (Generasi Muda Nias), AMN-Medan, OMN POLMED, IMN UNIKA, KMN BUDI DARMA, KMN UPMI, dan PECI ONO NIHA bersatu solid untuk melaporkan akun Facebook Condrat Sinaga Ke Polda Sumatera Utara yang telah melakukan tindakan SARA atau melecehkan suku Nias lewat pernyataan dirinya dalam video yang diunggah pada tanggal 11 Oktober 2021 dan telah viral di media sosial.
Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah
Laporannya diterima Polda Sumut dengan nomor LP / B / 1626 / X / SPKT / Polda Sumatra Utara tanggal 19 oktober 2021, Andrew Molachomi Mendrova Mahasiswa Universitas Sumatera Utara asal Nias, bersama Aliansi Pemuda & Mahasiswa Se kota Medan mengutuk akun Facebook atas nama Codrat Sinaga yang membuat komentar di medsos mengandung Pencemaran / SARA kepada suku Nias. Demikian rilis yang diterima nawacitapost.com, Selasa (19/10/20210 malam.
Simak berita lainnya di Youtube NAWACITA TV
Ketua Umum GEMA NIAS, Apriaman Lase menyampaikan bahwa ada beberapa pernyataan Condrat Sinaga yang menyinggung perasaan masyarakat Nias dan hal tersebut tertuju pada bagian kebudayaan Nias. salah satunya yaitu tari perang yang disebutkan adanya intervensi iblis. Itu adalah sebuah opini yang tidak benar dan tidak relevan dengan kehidupan masyarakat Nias. Pernyataan lain yang disampaikan CS juga mengandung sebuah statement pelecehan terhadap perempuan Nias dimana perempuan Nias yang menikah, terlebih dahulu diperawani oleh mertua laki-laki, itu adalah berita hoax dan tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya. Pernyataan-pernyataan tersebut sangat disayangkan terjadi dan tentunya melukai hati setiap insan masyarakat Nias dimanapun berada.
Founder Peci Ono Niha, iman Harefa yg ikut mendampingi mengajak seluruh elemen masyarakat Ono Niha/Nias terutama para pemuda diaspora Nias dimanapun berada utk tidak tersulut emosi dlm menanggapi unggahan video Condrat Sinaga tsb. Kita minta Polda Sumatera Utara untuk menanggapi dan menanggani dgn serius laporan ini, dan kami mendukung Polda Sumut menangkap pelaku pencemaran/SARA kepada suku Nias.