Jumat, 5 Juni 2026

Dilaporkan pada Kasus penggelapan Bidik Misi, Lusien : Ketua Pelaksana Bidik Misi adalah Henry Sinaga

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 5 Oktober 2021 | 15:29 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Menanggapi pemberitaan terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana beasiswa Bidikmisi mahasiswa di STP Sibolga, Ketua STP Sibolga Dr. Lusien P. Sitanggang memberikan tanggapan bahwa dirinya tidak sepenuhnya bertanggung jawab batas hal itu. Yang bertanggung, bahkan sebagai ketua pelaksana adalah wakil ketua bidang kemahasiswaan yaitu Henri Sinaga.

Baca Juga : Kasus Penggelapan Uang Bidik Misi, Plt Ketua STP Sibolga Ladestam Sitinjak : Lucien Sudah Diberhentikan, Nurintan Kembali Seperti Semula dan Januar Belum 



"Sesuai dengan panduan bidikmisi tahun 2018 bahwa pengelolaan beasisiwa bidikmisi dikelola oleh ketua pelaksana, khusus untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dilaksanakan oleh Pembantu Ketua Bidang Akademik/Kemahasiswaan. Maka sesuai SK nomor : SKEP.078/KEP/STPS/XII/2018 tentang penunjukan Ketua Pelaksana Pengelola Bidikmisi tahun ajaran 2018/2019 di lingkungan Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga. Dalam SK tersebut memutuskan bahwa Ketua Pelaksana Bidikmisi di STP Sibolga adalah Henry Sinaga," kata Lusien.

Rumah eks Ketua STP Sibolga, Lusien P Sitanggang. Foto Petrus Gulo

Lusien menambahkan bahwa pihaknya sangat menyayangkan jika kasus ini kembali diunhkit. Padahalnsudah sempat dimediasi dan di selesaikan.

"Sangat disayangkan proses hasil mediasi yang dilakukan oleh saudara Febriman Laowo, Septiman Zalukhu, dan Yarniati Gea kepada tokoh HIMNI dihadapan amang Praeses BNKP terkait pencabutan laporan/pengaduan di Polres Sibolga oleh LKBH Sumatera Parlaungan Silalahi, S.H pada tanggal 8 juli dianggap sepele. Kita takut proses hukum dapat berbalik kepada mahasiswa yang tidak taat pada aturan hukum dan diduga telah melakukan pelanggaran UU ITE.," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi kepada bapak Dr. Lucien Sitanggang terkait pemberitaan yang telah disampaikan saudara Febriman, beliau hanya menyatakan biarkan anak-anak itu kembali belajar dan tidak berurusan dengan proses hukum. Beliau menengaskan, 15 tahun di STP dengan penuh perjuangan telah dibangun, silahkan pengurus Yayasan yang baru berjalan 3 tahun menciptakan inovasi untuk kemajuan STP Sibolga yang kita cintai.

Selanjutnya terkait dengan ungkapan bahwa uang bidik misi disetor kepada Nenima Halawa dibantah oleh Laureny Harefa yang merupakan teman satu angkatan dengan Febriman (pelapor) bahwasanya dalam pengurusan bidikmisi, mereka tidak pernah bertemu dengan Nenima Halawa, karena beliau sedang studi lanjut di IPB Bogor. Hal itu kemudian ditegaskan oleh Nenima Halawa.

"Bahwasanya mulai dari tahapan pendaftaran, verifikasi, pencairan, saya tidak pernah berurusan dengan mahasiswa bidikmisi dari awal sampai akhir karena pada saat itu saya sedang melanjutkan pendidikan di IPB Bogor. Saya sangat kecewa dan merasa dirugikan atas pernyataan Febriman dkk," kata Nenima Halawa

Pengurus alumni STP Sibolga sangat berharap para penerima bidikmisi bersyukur dan berterimakasih kepada STP Sibolga.

"Kita berharap mereka kembali belajar, karena seperti saudari Ester Tampubolon, Agnes Simanullang, dan Maulida Harahap yang saat ini telah berada di semester 9 dan sudah tidak lagi dikategorikan mahasiswa berprestasi. Kami mencurigai ada oknum yang ikut memprovokasi mahasiswa di STP Sibolga karena kami sudah mendapat laporan bahwa ada 13 mahasiswa yang diberikan surat peringatan oleh Irnawati Sinaga. Penerima surat peringatan ini adalah mereka yang telah bersaksi di kantor polisi dan telah menyatakan kebenaran bahwa mereka telah menikmati bidikmisi di STP Sibolga. Jika kita melihat pemberitaan media yang begitu agresif dilakukan Bangun Sinaga sebagai salah satu staf STP Sbiolga yang merupakan adik dari Henry Sinaga dan Irnawati Sinaga, proses hukum ini seolah-olah adalah cipta kondisi untuk menjatuhkan marwah dari Ketua STP Sibolga," kata Arwan Laoly salah satu pengurus Alumni

Dia menambahkan bahwa pihaknya sangat menyayangkan, lebih dari setengah staf yang ada di STP Sibolga mengundurkan diri hanya karena pelaporan mahasiswa.

"Perkembangan STP ditangan bapak Dr. Lucien Sitanggang menuju akrediras B hanya tinggal selangkah lagi, namun dengan keluarnya Penjamin Mutu, Ketua Program Studi, Operator, Sekretaris Prodi, dan Kepala Laboratorium membuktikan bahwa Yayasan tidak mampu mengakomodir permasalahan ini kearah yang lebih baik. Kami berharap pak Lucien Sitanggnag tidak hanya diam, tapi harus bisa memberikan penjelasan terkait pembodohan yang telah dilakukan pada publik. Pesan kami kepada pihak kepolisian agar tidak diinterpensi oleh kepentingan kepentingan oknum yang tidak bertanggungjawab dan mempengaruhi kemajuan STP Sibolga," katanya.

Ditambahkan oleh Penjamin Mutu Internal STP Sibolga Meli Karyes Silaban, bahwa sebagian besar mahasiswa penerima bidik misi sangat mensyukuri dan menikmati dana beasiswa Bidikmisi yang mereka terima.

"Dari 41 anak yang menerima bidikmisi coba dibuktikan siapa yang belum pernah menerima uang bidikmisi dalam bentuk pendanaan kegiatan akademiknya. Septiman zalukhu baru saja pulang dari Karawang Jawa Barat bisa menikmati tiket pesawat, uang PKL, sampai pendanaan seminar dan sidang dari uang bidikmisinya. Sementara 31 mahasiswa penerima bidikmisi sudah sangat mensyukuri uang yang telah diberikan pemerintah sampai pada kegiatan penyelesaian Praktik Kerja Lapangannya. Selaku Penjamin Mutu Internal, saya juga menyayangkan Tindakan Pembina Yayasan yang menunjukkan Surat Pemecatan Ketua STP kepada Nurintan Siregar bukan Kepada Ketua STP, dan membuat surat tertanggal mundur untuk melengkapi berkas ke LLDikti I Sumatera Utara. Selaku Penjamin Mutu Internal yang memiliki kewenangan menjaga mutu di STP Sibolga, sangat menyayangkan turunnya mutu akademik STP hanya karena kepentingan oknum yang suatu saat akan terjawab oleh publik," kata Meli.

(Petrus Gulo)

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini