Baca Juga : Terima Komisaris Utama Pertamina di Kantornya, Gibran : Ahok Idolanya
MENURUT Moeldoko, pemberian baret, selain memiliki kekuatan militer. Kepala daerah bisa meminta bantuan kepada Pangdam, untuk Jakarta Pangdam Jaya. Tujuan meminta bantuan yang berkaitan erat dengan kepentingan rakyat, juga demi kesejahteraan dan keamanan rakyat. Hal baret, Gubernur bisa mengambil alih posisi sebagai inspektur upacara militer.
Baca Juga : Moeldoko Tepat Dipertahankan Di Jabatan KSP Demi Visi Indonesia Maju 2045
BAGI Ahok pemberian baret hitam dari panglima TNI, selain menjadi kejutan sendiri, juga menjadi bukti bahwa dukungan TNI terhadap kebijakan Ahok yang selalu pro rakyat, berada dalam barisannya. Hal tersebut juga, sejalan dengan motto TNI ; Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat.
Hal lainnya, terkait dengan kekaguman kepada Jokowi, tak perlu diragukan lagi. Saat menjadi duet Jakarta, lalu dirinya dipenjara, kemudian menjadi Komisaris Utama Pertamina, pujian tetap dikumandangkan oleh ayah dari Nicholas Sean Purnama kepada Kakek Jan Ethes.
Sementara kepada Moeldoko, kekaguman Ahok, bukan soal pemberian baret saja. Melainkan, saat Pemprov Jakarta di eranya meminta bantuan TNI AL (pasukan katak), untuk memeriksa gorong-gorong, sehingga ditemukan tumpukan kabel yang jumlahnya banyak. Itu hanya salah satu contoh, bagaimana kemitraan antara Pemprov Jakarta dan TNI khususnya Kodam Jaya (sebagai kepala staf gabungan 3 matra di Jakarta) bisa dilakukan dengan baik.
Konteks kekinian, kekaguman Ahok terus berlanjut kepada Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Saling bersinergi dalam kinerja demi kesejahteraan rakyat terus dikumandangkan kedua sosok (Moeldoko dan Ahok).