Baca Juga : Kabapas Sibolga Yosef, Tidak Butuh Pemberitaan Media
HANYA disampaikan di internal bapas tersebeut. Dugaan tertutup menjadi kentara, ketika penyampaian itu hanya disampaikan Netty kepada satu media saja. Atau mungkin tak mau diketahui oleh masyarakat banyak yang setia membayar pajak kepada negara. Padahala kedatangan Prof Akashi ini sebagai tugas Internasional yang dilindungi UU.
Bahkan utusan resmi UNAFE itu sampai terheran-heran dengan jumlah klien yang banyak. Sepertinya kedatangan utusan UNAFE itu memang tertutup dan tidak boleh diketahui media.
Sedangkan info lainnya. Tentang tes urin pegawai bapas ini. Hanya satu media dari dalam bapas ini yang mengiformasikannya. Sudah bisa diduga hasilnya pasti negatif dan bagus. Karena mungkin Kabapas ini memang sengaja tak mau undang Kabapas ini.
Pemusnahan barang-barang narkoba dan barang yang ilegal lainnya pun, Media baru tahu setelah dimusanahkan, Proses awal sampai didapat barang-barang tersebut media tak pernah dilibatkan.
Pokoknya agak sulit mendapatkan informasi dari Kabapas ini. Kalaupun didapat agak berbelit-belit, begitu media mendapatkan sudah selesai.
Padahal perintah Presiden Jokowi jelas, tegas, terarah bahwa setiap abdi negara wajib menginformasikannya kepada masyarakat. Sebab masyarakat sudah dengan setia dan rela membayar pajak. Termasuk Bapas Jakarta Timur –Utara. Sebaiknya, Kabapas ini bisa memberikan informasi kepada semua media agar apa yang terjadi di Bapas masyarakat mengetahui dan tidak bertanya-tanya lagi.