Jumat, 5 Juni 2026

Kalapas Pemuda Wahyu Indarto: Perbanyak Berdoa, Tidak dzolim dan Berikan Hak Mereka Sebagai Warga Binaan Niscaya Aman dan Damai

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Kamis, 4 April 2024 | 14:42 WIB
 Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang mencapai predikat WBBM  (Dok.  Lapas Pemuda )
Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang mencapai predikat WBBM (Dok. Lapas Pemuda )

Baca Juga: Berikan Kenyamanan di Bulan Suci Ramadhan, Lapas Pemuda Kelas III Langkat Kanwil Kumham Sumut Lakukan Deteksi Dini

Dengan mengawasi dan terjun langsung ke bawah, selain petugas merasa diawasi serta meminimalisir pelanggaran dalam bertugas.

Sebelum menjabat Kalapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, ayah dua anak ini tercatat sejak di awal karirnya banyak bertugas di Jawa timur. Dimulai dari Rutan Kelas I Surabaya (2003-2013), Rutan Kelas IIB Bangil Pasuruan (2019), Lapas Pasuruan (2020), Lapas Kelas IIA Banyuwangi (2021-2023).

Catatan Karir Wahyu Indarto

Pria lulusan Poltekip (AKIP) tahun 2001 ini mengawali karir ilmu pemasyarakatan di Lapas Cipinang, menjalani magang selama 1 tahun 8 bulan. Setelah hampir dua tahun menjalani magang, Wahyu Indarto akhirnya mendapatkan SK Penempatan untuk bertugas di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya (Medaeng).

Di Rutan Kelas I Surabaya ini, Wahyu menjalani karir dan pengalaman tugas selama 10 tahun (2003-2013). Mulai dari staf hingga eselon 5.

Awal menerima SK Penempatan di Rutan Kelas I Surabaya, Wahyu mengaku jika dirinya bertugas sebagai staf menjadi driver (supir). "Namanya junior ditempatkan di Kota Besar, ya super sibuk. Jadi driver antar jemput tamu sama driver Karutan (kepala rutan)," kenangnya.

Baca Juga: Siap Berantas Pungli dan Gratifikasi, Lapas Pemuda Kelas III Langkat Kanwil Kemenkumham Sumut Ikuti Sosialisasi

Meskipun hanya sebagai driver, Wahyu Indarto mengaku tetap menikmati tugas yang dijalani. Dengan menjadi driver, ia menganggap itu telah mendapatkan kepercayaan dari pimpinan.

"Artinya apa, bahwa pimpinan mempercayakan kita untuk meng-handle tamu, mengantar Karutan (Kepala Rutan). Kepercayaan itu betul-betul saya jaga, jangan sampai pimpinan tidak percaya lagi. Meskipun hanya sebagai driver," ceritanya.

Pada tahun 2009, Wahyu Indarto diangkat dan dipercaya menjabat sebagai Kasubsi Registrasi hingga tahun 2013.

Menjabat sebagai Kalapas ataupun kepala Rutan, Wahyu mengaku jika ia harus banyak-banyak berdoa. Pasalnya warga binaan yang ada di Lapas atau Rutan sedang menjalani konsekuensi catatan kriminal.

Orang-orng yang hidup dengan perbedaan karakter, ras, suku dan agama disatukan dan harus menerima keadaan itu sesuatu yang luar biasa, kata Wahyu.

"Pokoknya (sebagai Kalapas) kita harus banyak-banyak berdoa. Tidak dzolim sama mereka (warga binaan), hak-hak mereka kita penuhi, mereka bisa adem di dalam,' pesannya.

"Tapi kalo kita dzolim, diskriminasi. Waduh gak lama pasti di dalam bergejolak,"pungkasnya.

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini