Kamis, 4 Juni 2026

3 Prajurit Difitnah Selundupkan Barang, Brigjen TNI Luqman Arief: Resiko Atas Perjuangan

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Kamis, 1 Februari 2024 | 08:53 WIB
Brigjen TNI Luqman Arief
Brigjen TNI Luqman Arief

NAWACITAPOST.COM - Danrem 121/Alambhana Wanawai Brigjen TNI Luqman Arief memastikan tiga anggota TNI dari Batalyon Armed 10 Brajamusti yang diamankan polisi Malaysia tidak melakukan kejahatan atau penyelundupan barang terlarang di Malaysia. 

Ia mengatakan, prajurit - prajurit dari Batalyon Armed 10 Brajamusti merupakan prajurit yang tangguh dan selalu memegang teguh disiplin sumpah prajurit serta sapta marga.

Oleh sebab itu, adanya informasi bahwa ditemukannya ratusan karung beras dan plastik bekas narkotika jenis sabu saat tiga anggota itu diamankan Polisi Malaysia adalah berita bohong.

Baca Juga: 3 Anggota TNI yang Bertugas di Perbatasan Diamankan Malaysia, Kapendam: Hanya Miskomunikasi

Pada saat itu, hanya ada tabung gas untuk kebutuhan Pos yang memang diamankan di dalam mobil.

Prajurit yang diamankan pun tidak ditahan atau dipenjara, mereka hanya diminta keterangan. 

"Mereka hanya diminta keterangan, mereka bukan pesakitan, meraka hanya melanggar aturan imigrasi. Adapun berita hoax yang dihembuskan kepada mereka merupakan resiko perjuangan atas prestasi yang sudah dicapai," tutur Brigjen TNI Luqman Arief di Pontianak, Rabu 31 Januari 2024. 

Baca Juga: KASAL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali Lakukan Inspeksi Mendadak di Mako Puspomal

Saat ini, ketiga prajurit itu sedang dalam proses untuk kembali bertugas.

Dalam beberapa bulan terakhir, ia mengatakan Batalyon Armed 10 Brajamusti telah berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan Kg narkotika jenis sabu dari Malaysia bernilai milyaran.

"Dari penggagalan penyelundupan sabu bernilai Milyaran itu, hal ini menjadi risiko dihembuskannya informasi hoax oleh orang yang punya kepentingan dalam hal ini," ujarnya.

Lalu, tentang alasan tiga prajurit itu berbelanja ke Lubuk Antu Malaysia, karena jarak lokasi belanja di Malaysia lebih dekat dengan harga lebih murah.

Bila di wilayah Indonesia akan membutuhkan waktu berjam - jam perjalanan sehingga pada saat itu tidak memungkinkan untuk berbelanja kebutuhan pos.

Baca Juga: Atasi Karhutla, Khofifah Gandeng TNI AU untuk Aeroseeding di Gunung Arjuno-Welirang

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini