NAWACITApost.com - Kutikula merupakan lapisan kulit yang terletak di pangkal kuku. Biasanya, lapisan ini dipangkas saat menjalani perawatan manikur dan pedikur. Namun, perlu diketahui bahwa memotong kutikula dapat menyebabkan infeksi bakteri dan jamur.
Oleh karena itu, disarankan untuk tidak melakukannya. Kutikula berada di jalur pertumbuhan kuku dan berperan dalam melindungi kuku yang baru tumbuh dari infeksi bakteri. Area di sekitar kutikula juga sangat sensitif, sehingga mudah rusak, kering, dan terinfeksi.
Untuk menjaga kesehatan kutikula, disarankan untuk tidak memotong, merusak, merobek, mengikis, atau menghilangkan kutikula, baik secara mandiri maupun saat melakukan perawatan kuku.
Risiko yang Ditimbulkan dari Memotong Kutikula
Meski memotong kutikula dapat membuat kuku terlihat lebih cantik, tetapi risiko terinfeksi bakteri justru menjadi lebih tinggi. Salah satu infeksi yang disebabkan oleh pemotongan kutikula adalah paronikia.
Infeksi kuku ini biasanya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Namun, paronikia yang bersifat kronis dapat disebabkan oleh infeksi jamur. Ada beberapa gejala utama paronikia, di antaranya:
- Pembengkakan dan kemerahan pada kulit di sekitar kuku
- Muncul lepuhan berisi nanah di sekitar kuku
- Perubahan bentuk, warna, dan tekstur pada kuku
- Kuku mudah lepas
Paronikia dapat berkembang di sepanjang permukaan kuku dan kondisinya akan semakin buruk bila tidak segera diobati. Anda mungkin akan merasakan gejala lain, seperti demam, menggigil, nyeri sendi, dan nyeri otot bila paronikia semakin parah.
Selain itu, memotong kutikula juga dapat menyebabkan kuku bergelombang yang justru bisa merusak tampilan kuku Anda.