NAWACITApost.com - Mainan memegang peranan yang signifikan dalam merangsang perkembangan anak. Berdasarkan penelitian, anak-anak yang terbiasa bermain dengan mainan, seperti merakit balok atau bermain dengan mobil-mobilan, cenderung memiliki kesehatan fisik, mental, dan sosial yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang hanya menghabiskan waktu bermain dengan gadget.
Cara Memilih Mainan yang Aman untuk Anak
Memberikan mainan kepada anak memiliki arti yang setara dengan memberikan teman bermain bagi Si Kecil.
Oleh karena itu, sebagai seorang ibu, perlu untuk berhati-hati dalam memilih mainan yang diberikan agar tidak membahayakan anak.
1. Sesuaikan dengan usia dan karakter anak
Saat membeli mainan, perhatikan label kemasan dan lihat untuk usia berapa mainan itu diperuntukkan. Memberikan mainan yang sesuai dengan usia, minat, dan karakter Si Kecil penting untuk dilakukan agar sesuai dengan tingkat kemampuan, dan kesiapannya dalam bermain.
2. Baca petunjuk dan dampingi Si Kecil
Jangan lupa untuk membaca dulu petunjuk penggunaan mainan dan tetap dampingi Si Kecil saat bermain, agar ia tetap aman. Setelah bermain, Bunda dapat mengajarkan Si Kecil untuk menyimpan mainannya dengan baik.
3. Cek mainan secara teratur
Bunda perlu memeriksa mainan Si Kecil secara teratur guna mengetahui ada tidaknya kerusakan. Jika ada kerusakan seperti di bawah ini, sebaiknya buang atau perbaiki mainan tersebut:
- Adanya serpihan atau pinggiran mainan terlihat tajam
- Adanya karat pada mainan, khususnya mainan yang digunakan Si Kecil di luar rumah, seperti sepeda
4. Bersihkan Mainan Secara Teratur
Saat akan membersihkan mainan, pastikan Bunda membaca dulu petunjuk cara membersihkannya, ya. Umumnya mainan dapat dicuci dengan sabun yang berbahan ringan atau sabun antibakteri dan air panas.
Untuk mainan yang bisa berkarat, seperti sepeda, sebaiknya simpan mainaan tersebut di ruangan yang tidak terkena hujan.
5. Hilangkan benda berbahaya
Jika pada mainan Si Kecil terdapat benda berukuran kecil, seperti manik-manik atau kancing baju boneka, sebaiknya lepaskan. Pasalnya, bayi berusia di bawah 5 tahun belum tahu akan bahaya sehingga mungkin untuk memasukkan benda-benda berukuran kecil ke mulutnya ketika sedang bermain.
Jika hal ini terjadi, Si Kecil bisa saja tersedak. Tersedak yang dialami bayi berusia di bawah 5 tahun tidak bisa disepelekan karena bisa menyebabkan kematian.
Selain mainan berkuran kecil, hindari pula mainan dengan pita atau tali yang longgar karena mainan ini bisa saja melilit di leher Si Kecil secara tidak sengaja dan membuatnya tercekik.