NAWACITApost.com – Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang diselimuti oleh membran dan tumbuh di dalam ovarium atau indung telur. Pada beberapa kasus, kista bisa saja padat atau berisi udara.
Sebagian besar kista yang muncul di dalam ovarium dapat menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Namun, diperlukan operasi pengangkatan kista jika ukuran diameter kista mencapai atau lebih dari 5 cm.
Gejala Kista
Kista ovarium yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Gejala akan terasa ketika kista mulai tumbuh membesar dan menghambat pasokan darah ke ovarium. Adapun beberapa gejala umum dari kista ovarium adalah sebagai berikut:
1. Perubahan Siklus Menstruasi
Kista ovarium dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi sehingga menjadi tidak teratur. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi volume perdarahan saat menstruasi, baik itu lebih banyak atau sedikit.
2. Masalah Pencernaan
Kista ovarium dapat berpengaruh pada kondisi pencernaan. Kebanyakan pengidap kista ovarium merasa kenyang meski makan sedikit disertai perut kembung. Selain itu, masalah pencernaan lain yang mungkin terjadi adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil hingga sembelit.
3. Rasa Nyeri di Perut Bagian Bawah
Gejala paling umum yang dirasakan pengidap kista ovarium adalah nyeri di perut bagian bawah. Rasa nyeri ni dapat muncul dan hilang dengan sendirinya, bahkan tak jarang muncul ketika melakukan hubungan intim.
Penyebab Kista
Kista ovarium adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti siklus menstruasi hingga pertumbuhan sel abnormal. Meski umumnya bersifat jinak, kista juga berpotensi menjadi sel ganas pada beberapa kasus.
Beberapa penyebab kista ovarium adalah sebagai berikut:
- Masalah hormonal: Gangguan hormonal dapat memicu perkembangan kista ovarium.
- Kehamilan: Kista ovarium seringkali terjadi selama kehamilan.
- Infeksi panggul: Infeksi yang menyebar ke ovarium dan tuba falopi dapat menyebabkan pembentukan kista.
- Endometriosis: Kondisi endometriosis dapat berkontribusi pada pembentukan kista ovarium.
Ada pula beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko pembentukan kista ovarium, di antaranya:
- Usia 30-54 tahun: Wanita dalam rentang usia ini lebih rentan terhadap kista ovarium.
- Sedang menjalani pengobatan kesuburan: Beberapa metode pengobatan kesuburan dapat memengaruhi ovarium.
- Mengidap hipotiroidisme: Gangguan tiroid dapat berperan dalam pembentukan kista ovarium.
- Merokok: Merokok dapat meningkatkan risiko kista ovarium.
- Menjalani pengobatan kanker payudara: Beberapa jenis pengobatan kanker payudara dapat memengaruhi ovarium.
- Siklus menstruasi tidak teratur: Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat menjadi faktor risiko.
- Memiliki riwayat kista ovarium sebelumnya: Jika Anda pernah mengalami kista ovarium sebelumnya, Anda berisiko lebih tinggi mengalami kondisi ini lagi.