NAWACITApost.com - Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat meresahkan wanita. Salah satunya adalah oligomenore. Ternyata, kondisi ini bisa menyebabkan gejala masalah kesehatan yang lebih serius.
Oligomenorea disebabkan oleh faktor emosional, berat badan yang terlalu kurus atau terlalu gemuk, serta olahraga yang terlalu berat. Namun, tidak menutup kemungkinan oligomenorea terjadi akibat penyakit-penyakit tertentu.
Gejala Oligomenorea
Oligomenorea berbeda dengan amenorea. Pada amenorea, penderitanya dapat tidak kunjung haid walaupun sudah masuk masa pubertas.
Gejala utama yang dapat muncul pada penderita oligomenorea antara lain :
1. Siklus menstruasi yang tidak teratur.
2. Darah yang keluar sedikit.
3. Tidak mengalami haid selama 35 hari atau lebih.
4. Menstruasi tidak lebih dari 9 kali dalam setahun.
Penderita oligomenorea juga dapat mengalami beberapa gejala antara lain berikut :
1. Sakit kepala
2. Masalah kulit, seperti jerawat.
3. Sensasi panas (hot flashes).
4. Sakit perut
5. Keputihan
Pengobatan Oligomenorea
Pengobatan oligomenorea tergantung pada penyebab yang mendasarinya dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
1. Pola hidup sehat
Jika oligomenorea terjadi akibat pola hidup tidak sehat, dokter akan menganjurkan pasien untuk melakukan perubahan pola hidup sehat dengan berolahraga.
2. Terapi Hormon
Terapi hormon bertujuan untuk mengatur siklus menstruasi pasien agar lebih teratur. Jenis terapi hormon yang dapat digunakan antara lain :
a. Penggantian metode kontrasepsi
Oligomenorea yang dialami pasien dapat terjadi akibat penggunaan alat kontrasepsi yang tidak sesuai. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan metode kontrasepsi lain.
b. Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH)
Obat-obatan golongan GnRH dapat diberikan untuk mengatasi oligomenorea. Jenis obat-obatan ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, ikuti saran dari dokter untuk mencegah timbulnya efek samping.
3. Obat-Obatan
Sementara jika oligomenorea disebabkan oleh infeksi, dokter akan mengobatinya dengan antibiotik. Pada pasien hipertiroidisme, dokter akan memberikan tindakan sesuai penyakit yang mendasarinya, misalnya dengan pemberian obat propylthiouracyl pada penyakit Graves.
4. Operasi
Jika oligomenorea disebabkan oleh tumor atau kanker, dokter akan menyarankan operasi dan terapi radiasi atau kemoterapi.