Kamis, 4 Juni 2026

Penyebab dan Faktor Risiko Trikotilomania

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Selasa, 29 Agustus 2023 | 22:39 WIB

NAWACITApost.com  - Trikotilomania sebenarnya tidak terlalu membahayakan. Namun karena sulit berhenti, kondisi yang ekstrim bisa sampai menyebabkan area kepala yang gundul, alis mata yang bercelah, bulu mata yang habis, dan sebagainya.

Hal ini tentu menyebabkan kepercayaan diri yang hancur. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, trikotilomania bisa dikurangi atau dihentikan. Jika tidak, kondisi ini berpotensi menyebabkan gangguan mental atau kerusakan kulit.

Penyebab dan Faktor Risiko Trikotilomania

Penyebab pasti trikotilomania belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli berpendapat bahwa kondisi ini berkaitan dengan faktor lingkungan dan keturunan. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami trikotilomania, yakni :

1.      Berusia 10-13 tahun.

2.      Memiliki riwayat trikotilomania atau gangguan mental lainnya dalam keluarga.

3.      Memiliki gangguan mental lainnya, seperti gangguan obsesif kompulsif (OCD), gangguan kecemasan, atau depresi.

4.      Mengalami situasi atau peristiwa yang menimbulkan tekanan atau stres.

5.      Memiliki kebiasaan buruk lainnya, seperti mengisap jempol atau menggigit kuku.

6.      Menderita penyakit yang disebabkan oleh gangguan sistem saraf, seperti penyakit Parkinson atau Demensia.

7.      Memiliki kelainan pada struktur dan metabolisme otak.

Gejala Trikotilomania

Berikut ini adalah gejala dan tanda yang muncul pada penderita trikotilomania :

1.      Mencabuti rambut secara berulang, baik di kepala, alis, atau area tubuh lain.

2.      Merasa cemas sebelum mencabuti rambut atau ketika menahan diri untuk tidak melakukannya.

3.      Merasa puas dan lega setelah mencabut rambut.

4.      Memiliki semacam kebiasaan tertentu yang selalu dilakukan sebelum mencabut rambut, misalnya memilih rambut yang akan dicabut.

5.      Tidak pernah berhasil menahan dorongan untuk mencabut rambut.

6.      Memainkan atau menggesekkan rambut yang telah dicabut pada area tubuh tertentu, seperti wajah atau bibir.

7.      Mengalami gangguan dan kesulitan dalam lingkup sosial.

Penanganan Trikotilomania

Tujuan pengobatan trikotilomania adalah untuk mengurangi atau menghentikan penderitanya untuk mencabuti rambut. Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan adalah :

1.      Psikoterapi

Psikoterapi untuk mengatasi trikotilomania dilakukan dalam bentuk terapi psikologis dengan psikiater. Metode ini akan terfokus pada perubahan perilaku pasien dengan mengalihkan tindakan mencabut rambut menjadi suatu aktivitas yang tidak berdampak buruk.

Beberapa cara yang biasanya dilakukan penderita trikotilomania dalam mengalihkan dorongan meliputi :

a.      Meremas stress ball atau benda sejenis.

b.      Memainkan alat yang dapat mengalihkan kegelisahan, seperti fidget cube.

c.      Mengucapkan atau meneriakkan suatu kalimat atau kata secara berulang, misalnya menghitung 1, 2, 3, dan seterusnya.

d.      Mandi atau berendam dalam suasana yang menenangkan untuk meredakan perasaan gelisah atau cemas yang muncul.

e.      Mempelajari teknik pernapasan untuk menenangkan dan meredakan gejala ketika kambuh.

f.       Berolahraga secara teratur.

g.      Memotong rambut menjadi pendek.

2.      Obat-obatan

Selain terapi, dokter juga dapat memberikan obat-obatan anti depresan golongan Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) untuk meredakan gejala trikotilomania. Obat-obatan tersebut dapat digunakan sebagai obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat antipsikotik.

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini