NAWACITApost.com – Vaksin rotavirus direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk diberikan kepada bayi usia di bawah 6 bulan. Vaksin rotavirus diberikan melalui tetes mulut (oral), bukan dengan suntikan.
Vaksin rotavirus adalah vaksin untuk mengatasi serangan virus pemicu munculnya gastroenteritis (muntah, diare) yang bentuknya seperti roda.
Rotavirus adalah virus pemicu munculnya muntah (gastroenteritis) yang menyebabkan peradangan saluran pencernaan anak.
Seorang anak yang terserang virus rotavirus mengalami diare dan muntah hebat. Puncaknya, anak bisa mengalami dehidrasi berat. Anak dengan serangan rotavirus tanpa penanganan cepat bisa berakibat fatal.
Sedangkan imunisasi rotavirus adalah pemberian vaksin untuk memberi perlindungan tubuh dari serangan rotavirus.
Manfaat Vaksin Rotavirus
Beberapa manfaat penggunaan vaksin rotavirus bagi anak-anak menurut The United Kingdom National Health Service (NHS) adalah:
- Mengurangi terjadinya diare pada anak
- Menekan angka kematian anak sebab diare
- Mampu meningkatkan kekebalan anak secara signifikan
- Mengurangi infeksi parah pada anak
- Menahan penyebaran rotavirus di masyarakat
Secara kesimpulan, 9 dari 10 bayi yang mendapat vaksin dapat terlindungi dari serangan penyakit yang disebabkan oleh rotavirus.
Jenis-Jenis Vaksin Rotavirus
1. Vaksin Monovalen
Vaksin Rotavirus Monovalen yaitu vaksin hasil dari rotavirus yang sudah dilemahkan. Proses pemberiannya secara oral. Jenis vaksin ini untuk anak.
Dosis pemberian vaksin Monovalen ini 2 kali. Pertama, untuk anak usia 6 sampai 12 minggu. Dosis kedua, diberikan dengan jarak minimal 4 minggu setelah pemberian vaksin pertama.
2. Vaksin Pentavalen
Vaksin Pentavalen merupakan penemuan canggih dunia kesehatan. Bisa juga disebut sebagai ringkasan dari 12 imunisasi anak.
Mulai dari difteri, tetanus, polio, hepatitis B, campak dan lainnya. Jenis vaksin ini diberikan pertama kali diproduksi oleh Biofarma tahun 2007.