Kamis, 4 Juni 2026

Kaya Akan Budaya, Ini 5 Tradisi Unik Pernikahan di Indonesia, Ada Kawin Colong

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Kamis, 26 Desember 2024 | 14:42 WIB
Tradisi Unik Pernikahan di Indonesia
Tradisi Unik Pernikahan di Indonesia

NAWACITAPOST.COM - Indonesia, dengan kekayaan budaya dan adat istiadatnya, menyimpan beragam tradisi pernikahan yang sangat unik dan menarik.

Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki cara khasnya sendiri dalam merayakan pernikahan.

Jika kamu penasaran dengan keunikan tradisi pernikahan di Indonesia, yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

1. Kawin Colong, Suku Osing (Banyuwangi)

Masyarakat Jawa juga memiliki tradisi pernikahan yang sangat unik, salah satunya yang berasal dari Suku Osing di Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam tradisi ini, sang wanita akan "diculik" oleh pria yang ingin menikahinya. Setelah itu, pihak pria akan menunjuk seorang yang lebih tua, disebut 'colok', untuk mendekati orang tua wanita dan memohon izin untuk pernikahan tersebut.

Peran 'colok' ini sangat penting, karena dia bertugas menjadi mediator yang mewakili pihak pria untuk meminta restu dari orang tua wanita. Setelah 'colok' datang dan bernegosiasi, biasanya orang tua wanita akan memberikan persetujuan terhadap pernikahan tersebut.

Tradisi ini muncul akibat kejadian di masa lalu, di mana ada ketidaksetujuan orang tua terhadap pernikahan anak perempuan mereka, sehingga calon pasangan harus melakukan kawin colong untuk mewujudkan hubungan mereka.

2. Pingitan, Suku Jawa

Suku Jawa dikenal dengan kuatnya ikatan pada nilai-nilai tradisional yang mereka anut, salah satunya adalah tradisi pingitan yang dilaksanakan menjelang pernikahan.

Tradisi ini umumnya dilakukan oleh calon mempelai wanita sebelum hari pernikahan, di mana mereka dilarang bertemu dengan calon mempelai pria.

Pada masa tersebut, calon pengantin wanita tidak diperkenankan keluar rumah. Waktu pingitan digunakan sebagai kesempatan untuk merawat diri, baik fisik maupun mental, sebelum resmi menjadi seorang istri.

Berbagai perawatan tubuh seperti luluran, berpuasa, dan minum jamu dilakukan di rumah sebagai bagian dari tradisi tersebut.

Tradisi pingitan telah menjadi bagian dari budaya Jawa yang diwariskan turun-temurun, dengan masa pingitan biasanya berlangsung antara satu hingga dua bulan untuk calon mempelai perempuan.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Daftar Tempat Wisata Viral 2024

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini