Baca Juga: Presiden Joko Widodo, Gunakan Pakaian Adat Ageman Songkok Singkepan Ageng di HUT RI Ke-78
Nama Tapih Kudawaningpati diambil tak lepas dari sejarah Jatiduwur yang diduga peninggalan dari Majapahit. Sejarah Majapahit juga yang ada di Jombang sebagai latar belakang kota santri Jombang beriman.
Raden Panji Kudawaningpati merupakan sosok yang dipercaya sebagai pembabat Dusun Wonoayu, Desa Dukuhmojo, Mojoagung. Panji Kudawaningpati dipercaya sebagai putra mahkota kerajaan Jenggala yang wilayahnya masuk Jombang bagian timur, kini tampilan Tapih Kudawaningpati berupa gabungan dari celana dan sarung atau celarung.
Bagian bawah busana pria Jombang Deles ini dari kain jarik yang memiliki sampiran kain penutup di bagian depan seperti jarik pada umumnya. Bagian depan dibuat bukaan samping kiri untuk menghadap posisi pasangan busana putri yang menghadap sebaliknya atau mengarah ke kiri dan bisa digunakan bebet untuk acara tertentu yang bawahannya menggunakan celana hitam dengan motif sama seperti Tapih Kudawaningpati di atas.
Busana wanita Jombang Deles Kemodiningrat
Dalam pakaian adat Jombang Deles ini dinamai dengan Kemodoningrat. Kemodoningrat ini adalah nama lain Dewi Sekartaji atau Galuh Candrakirana, istri Panji Asmarabangun alias Panji Kudawaningpati. Dewi Kemodoningrat juga dipercaya sebagai pembabat Dusun Kemodo, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang.
4. Tapih Kudawaningpati untuk Wanita
Bagian bawah busana wanita Jombang Deles ini dari kain jarik yang memiliki sampiran kain penutup di bagian depan seperti jarik pada umumnya. Bagian depan dibuat bukaan samping kiri untuk menghadap posisi pasangan busana putra yang menghadap sebaliknya atau mengarah ke kanan.
Baca Juga: Kenakan Pakaian Adat, Kanwil Kemenkumham Sumsel Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila
5. Jilbab dan Selendang Pati
Penutup kepala wanita mengenakan kerudung polos yang senada dengan warna bajunya. Sedangkan Warna corak selendang yang disepakati adalah hijau botol dengan kombinasi motif lainnya yang mencerminkan islam sebagai agama mayoritas di Jombang, juga bentuk perwakilan warna santri.
Bagian kerudung ini sebagai penutup kepala sesuai dengan ciri khas kota Santri Jombang Beriman. Model kerudung berupa selendang yang dikenakan sebagai penutup kepala, seperti busana adat Jawa Timur pada umumnya. Bagi pengguna busana adat putri Jombang Deles yang muslim bisa mengenakan jilbab saja atau bisa menambahkan selendang, sedangkan yang non muslim bisa menggunakan selendangnya sebagai tambahan aksen keanggunan wanita Jawa.
Artikel Terkait
Kenakan Pakaian Adat, Kanwil Kemenkumham Sumsel Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila
Kenakan Pakaian Adat, Rutan Cipinang Kanwil Kumham DKI Jakarta Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2023
Presiden Joko Widodo, Gunakan Pakaian Adat Ageman Songkok Singkepan Ageng di HUT RI Ke-78
Menggunakan Pakaian Adat Tradisional, Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut Gelar Upacara Detik-Detik Proklamasi RI
Kenakan Pakaian Adat Minang, Kakanwil Ilham Djaya Pimpin Upacara HUT RI ke-78
Mahfud Md Kenakan Pakaian Adat Madura Saat Debat Cawapres, Ternyata Ini Maknanya!