Kamis, 16 Juli 2026

Menelusuri Asal Usul Suku Bajo: Jejak Suku Laut di Indonesia, Tak Akan Bosan Bermain Air

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 31 Januari 2024 | 11:56 WIB
Wakatobi, Asal Usul Suku Bajo (foto: dok)
Wakatobi, Asal Usul Suku Bajo (foto: dok)

NAWACITAPOST.COM - Indonesia, dengan keberagaman suku dan budayanya, menyimpan cerita unik di setiap sudutnya.

Salah satu suku yang menarik perhatian adalah Suku Bajo, yang awalnya berasal dari Kepulauan Sulu di Filipina.

Meskipun menyebar di seluruh Indonesia, suku ini memiliki akar yang kuat di kepulauan tersebut, menciptakan warisan budaya yang tak ternilai di Indonesia Timur.

Baca Juga: Rutan Depok Ikuti Apel Pagi 2024 Kemenkumham

Jejak Awal Suku Bajo

Suku Bajo memiliki sejarah panjang yang bermula dari Kepulauan Sulu di Filipina.

Awalnya, mereka menjalani kehidupan nomaden di atas lautan, mengandalkan keterampilan dan pengetahuan mereka tentang laut untuk bertahan hidup.

Seiring berjalannya waktu, pergerakan suku ini membawa mereka menyebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama di bagian timur.

Baca Juga: Wisata Coban Canggu Mojokerto, Nikmati Pesona Alam yang Memesona Cocok Jadi Pilihan Destinasi Libur Akhir Pekan

Kampung Bajo Wakatobi: Pesona Suku Bajo di Sulawesi Tenggara

Salah satu destinasi yang memperkenalkan kehidupan Suku Bajo dengan pesona lautnya adalah Kampung Bajo di Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Tempat ini tidak hanya menawarkan eksplorasi budaya suku ini, tetapi juga memanjakan pengunjung dengan kekayaan bawah laut yang luar biasa.

Kampung Bajo Wakatobi terkenal sebagai destinasi wisata yang cocok bagi pecinta laut, terutama bagi mereka yang gemar menikmati seafood segar.

Baca Juga: Pemprov Riau Dan Pemkab Bengkalis Berharap Masuk PSN Tahun 2025-2029 Rencana Jembatan Penghubung Pulau Ini

Petualangan Menuju Kampung Bajo

Untuk mencapai Kampung Bajo Wakatobi, pengunjung harus menggunakan perahu, mengikuti jejak cara hidup tradisional Suku Bajo yang sangat tergantung pada laut.

Penduduk setempat juga menggunakan perahu sebagai alat transportasi utama mereka, menciptakan suasana yang autentik dan menggambarkan kehidupan sehari-hari suku ini.

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini