Senin, 20 Juli 2026

5 Rekomendasi Wisata Sejarah di Probolinggo, Cocok untuk Kamu yang Kepo Sama Sejarah

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Sabtu, 6 Januari 2024 | 12:21 WIB
Candi Jabung salah satu destinasi wisata sejarah di Probolinggo (Traveloka)
Candi Jabung salah satu destinasi wisata sejarah di Probolinggo (Traveloka)

Keindahan candi yang terbuat dari batu andesit ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Hindu di tanah Jawa.

Baca Juga: Bikin Betah! Ini 5 Rekomendasi Wisata Curug di Bogor, Rasakan Sensasi Healing Bersatu dengan Alam

3. Museum Dr. Mohamad Saleh

Museum Dr. Mohamad Saleh, yang berlokasi di Jalan Dr. Mohamad Saleh, Probolinggo, adalah rumah dari Dr. Mohamad Saleh, dokter pribumi pertama di kota ini.

Tempat ini dulu menjadi titik pertemuan pemuda-pemuda dari berbagai suku yang berdiskusi bersama Dr. Mohamad Saleh, salah satu pendiri Boedi Oetomo.

Museum ini menampilkan koleksi peralatan medis dari masa penjajahan Belanda, memberikan gambaran tentang pelayanan kesehatan pada masa itu.

Rumah ini juga dikenal sebagai Rumah Bhinneka Tunggal Ika, menggambarkan keragaman yang bersatu.

Baca Juga: 5 Kuliner Khas Tulungagung yang Wajib Kamu Cicipi, Ada Punten Pecel yang Hadirkan Rasa Lezat dan Unik 

4. Benteng Mayangan

Benteng Mayangan, peninggalan penjajahan Belanda yang terletak sekitar 1 km di selatan Pelabuhan Tanjung Tembaga, menyimpan sejarah kawasan laut dan sekitarnya.

Bangunan ini dahulu digunakan sebagai menara pengintai, memberikan pandangan strategis dalam menjaga keamanan.

Jejak masa penjajahan terasa kuat di Benteng Mayangan, dan pengunjung dapat merasakan atmosfer sejarah yang masih terpatri di dinding-dindingnya. Sebuah perjalanan melalui waktu yang mengasyikkan.

Baca Juga: 5 Cafe Ter Eksotis dengan View Pegunungan di Magelang, Nomor 3 Vibesnya Kaya di Arizona

5. Candi Jabung

Candi Jabung, yang berada di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, adalah destinasi terakhir yang tak kalah menarik. Meski terbuat dari batu bata merah, candi ini tetap megah berdiri sebagai saksi bisu perjalanan kerajaan Majapahit.

Halaman:

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini