Menghias pohon Natal berasal dari tradisi pra-Kristen Eropa, sedangkan tradisi mengirim kartu Natal dimulai pada tahun 1843 oleh John Calcott Horsley dari Inggris.
Sinterklas, atau Santa Claus, menjadi tokoh yang melegenda. Kisahnya berasal dari seorang uskup baik hati, Santo Nikolas, yang hidup pada abad ke-4 Masehi. Di beberapa negara Eropa, Sinterklas digambarkan sebagai seorang uskup, sedangkan di seluruh dunia, citranya berkembang dengan tambahan atribut seperti topi merah dan kantong hadiah.
Dengan sejarah dan tradisi yang kaya, perayaan Natal tidak hanya menjadi momen keagamaan tetapi juga perpaduan dari berbagai budaya yang memeriahkan suasana.
Sumber informasi : kelaskita.com
Ditulis ulang : BNW
Artikel Terkait
Resmikan kesekretariatan di gedung Sejarah, TPD Ganjar-Mahfud Jatim: Kami lanjutkan dan sempurnakan program Presiden Jokowi
Rengasdengklok di Mata Ganjar: Cerita Perjalanan ke Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong Berusia Ratusan Tahun
Hari Ibu 2023, Siti Atikoh sebut Peringatan Sejarah Perjuangan Perempuan Indonesia dalam Isu Pendidikan
Anak Muda Jangan Anti Sejarah, Berikut 5 Rekomendasi Museum Instagramable di Surabaya