Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Yayasan Gugus Antisipasi Narkotika Nusantara (YGANN) DPD Jawa Tengah, menggelar rapat evaluasi kerja tahun 2021-2022, di Kampung Sekatul, Limbangan, Kendal pada Jum'at (30/12/2022). Selain rapat kerja, juga pelaksanaan koordinasi dan diskusi terkait dengan Narkotika dan program dari BNN.
Baca Juga : Siap berperan aktif Hari Pahlawan Nasional DPP YGANN lakukan pelantikan
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum DPP Yayasan GANN, Nurfrafyanti Fanny, Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol. Drs. Heru Prawoto,M.Si diwakili oleh Kabid P2M BNN Provinsi Jawa Tengah, Susanto SH.,MM Ketua Umum DPD Yayasan GANN Jawa Tengah, Drs. Andhang Koeswandriyo, Ketua Umum DPC Yayasan GANN Kabupaten Kendal, dan ketua pengurus DPD YGANN Jawa Tengah.
Terkait dengan program kerja DPD YGANN Jawa Tengah, Ketua Umum DPD Yayasan GANN Jawa Tengah, Andang Kuswandriyo, mengatakan bahwa program kerja tahun 2023 adalah melanjutkan program kerja tahun 2022 yang belum selesai yaitu berupa pembentukan DPC di beberapa kabupaten sebagai program prioritas dan pelaksanaan program dari DPP YGANN.
“Dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah, hingga saat ini telah terbentuk 15 DPC. Jadi masih ada 20 kabupaten/kota yang belum terbentuk DPCnya”, kata Andang.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan GANN DPP Fanny, menyampaikan bahwa dalam hal antisipasi wabah narkoba, YGANN Jawa Tengah telah bersinergi dengan BNN Provinsi Jawa Tengah dengan melakukan sosialisasi karena sosialisasi sebagai bagian Terpenting dari program Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) kepada masyarakat seperti program YGANN Pergi ke Sekolah dan Pergi ke Kampus.
“Karena BNN sebagai leading sector maka seluruh program dari YGANN harus selaras dengan BNN”, tandas Fanny.
-
Untuk internal YGANN sendiri, lanjut Fanny, kami juga melakukan pembinaan dan sertifikasi guna peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari pengurus YGANN.
Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi Jawa Tengah, Susanto, memaparkan bahwa lokakarya telah bekerjasama YGANN dalam pelaksanaan program dari BNNP yaitu program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
-
Susanto menuturkan bahwa seperti yang sudah disampaikan oleh Presiden RI dimana Indonesia sudah dalam kondisi darurat narkoba. Sehubungan dengan hal tersebut, imbuh Susanto, BNNP Jawa Tengah telah bekerjasama dengan DPD YGANN Jawa Tengah untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada masyarakat berupa program P2M.
“Program yang kita laksanakan dalam hal Narkotika adalah program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Salah satu program P4GN adalah program Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M). Di Jawa Tengah kita bekerjasama dengan DPD GANN Jawa Tengah”, tandas Susanto. (HMS-DPP)