Hal itu terbukti dengan adanya kenaikan angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jawa dan Bali saat ini. Padahal, kasus konfirmasi positif Covid-19 sudah mengalami penurunan.
“Tren kasus konfirmasi dan aktif terus mengalami penurunan. Indonesia kasus konfirmasi turun 66,3 persen, kemudian kasus Jawa dan bali turun 75,6 persen. Kenapa 75,6 persen padahal kemarin sudah 83 persen, karena ada angka-angka yang selama ini ditimbun,” kata Luhut saat dikutip dari You Tube Lemhanas RI, Rabu (25/8/2021).
Luhut mengungkapkan, penimbunan angka konfirmasi positif Covid-19 itu menjadi masalah tersendiri dalam beberapa waktu belakangan.
Dia berharap ke depannya tidak ada lagi penimbunan angka kasus Covid-19 . Selain itu, Luhut mengaku bahwa saat ini sedang berusaha membersihkan angka-angka kasus konfirmasi positif Covid-19 yang tidak terpublikasi sebelumnya.
“Inilah salah satu masalah kita, yang kita harius perbaiki ke depan mengenai data, namun saat ini kami cleansing data, kami berharap dalam dua minggu ke depan pasti angkanya jauh lebih bagus,” sebutnya.
Luhut membeberkan bahwa sekarang penambahan kasus aktif di Indonesia mulai mengalami penurunan 52,3 dari puncak kasus Covid-19 pada pertengahan Juli lalu. Sementara di Jawa dan Bali, penambahan kasus aktif menurun di angka 68,5 persen dari mulai pertengahan juli lalu.
“Nah ini yang menjadi perhatian, harus dilihat karena kami menggunakan Google menggunakan Facebook NASA dan NOA untuk memotret ini. Sehingga data yang kita dapat, data -data yang berasal scientific. Agar tindakan-tindakan yang diambil juga betul-betul berdasarkan data yang benar,” ujarnya.
Lihat Video You Tube di NAWACITA TV di Bawah Ini :