flash-news

Wali Kota Kendari Mengaku Pusing Hadapi Krisis BBM dan Antrean Mengular di SPBU

Kamis, 17 September 2026 | 21:08 WIB
Menyoroti penuturan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran terkait kelangkaan BBM yang melanda warganya hingga berbuntut dugaan antrean berulang. (Instagram.com/@undercover.id)

NAWACITAPOST.COM — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memicu gejolak di tengah masyarakat hingga viral di media sosial.
 
Di tengah situasi sulit yang memaksa warga mengantre berjam-jam di SPBU, pernyataan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mendadak menjadi pusat perhatian publik.

Siska menilai krisis BBM di wilayahnya merupakan dampak dari dinamika global.
 
"Tadi disampaikan Bapak Mendagri kelangkaan BBM itu berpengaruh dari Selat Hormuz," ujar Siska saat mengomentari situasi tersebut melalui unggahan akun Instagram @undercover.id pada Kamis, (17/9/2026).
 
Baca Juga: PLN Batam Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana Nusa Tenggara Timur

Merespons antrean panjang kendaraan yang kian meresahkan warga di ibu kota Provinsi Sultra tersebut, politikus Partai NasDem ini menegaskan bahwa persoalan ini berada di luar kendali pemerintah daerah.

"Nah ini, saya juga pusing gimana mau ngomentarinnya ini, karena ini kebijakan pusat," terang Siska.

Ia juga menambahkan keterbatasan kewenangan daerah dalam memproduksi BBM.
 
"Kita kan bukan penghasil kebutuhan tersebut," klaimnya.

Meski demikian, Siska memastikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam melihat penderitaan masyarakat dan terus melakukan berbagai intervensi.
 
Baca Juga: HUT ke-81 RI, PLN Batam Teguhkan Semangat Pengabdian dan Perlindungan Sosial

"Namun pemerintah tidak tinggal diam. Segala upaya-upaya, kiat-kiat, intervensi sudah dilakukan," jelas Siska.

Ia berharap langkah strategis yang ditempuh dapat segera menstabilkan pasokan energi di daerahnya.
 
"Insyaallah mudah-mudahan secepatnya ada perubahan, perbaikan keberlangsungan agar supaya tidak ada lagi yang mengantre-mengantre," beber Siska.

Di sisi lain, Siska mengaku baru mengetahui adanya dugaan praktik pengisian berulang oleh kendaraan berkapasitas tangki besar, seperti sepeda motor jenis Thunder, untuk menimbun BBM subsidi jenis Pertalite.
 
Baca Juga: Dihantam Kasus Suap KPK, Saham Summarecon Agung Berjuang Rebound dari Tekanan

"Oh ya, saya baru tahu ini informasi ini. Terima kasih ya sudah infoin. Saya belum dilaporkan malah dari dinas terkait," bebernya.

Ia tidak memungkiri bahwa antrean masif di SPBU telah mengganggu produktivitas warga dan memicu keresahan luas.
 
"Memang juga meresahkan juga ngantrenya itu ya. Masyarakat harus mengerjakan sesuatu tetapi harus mengantre dengan menunggu kan lama," tandasnya.

Tags

Terkini