flash-news

Bupati Pangandaran Ungkap Detik-detik Menegangkan Saat Jembatan Gantung Pongpet Ambruk

Selasa, 1 September 2026 | 21:27 WIB
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bagikan kronologi saat Jembatan Gantung Pongpet ambruk. (Instagram.com/@citrapitriyami1207)

NAWACITAPOST.COM — Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengungkapkan detik-detik menegangkan saat Jembatan Gantung Pongpet yang berlokasi di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ambruk secara mendadak pada Minggu (30/8/2026).
 
Insiden tersebut terjadi tepat di tengah prosesi peresmian jembatan dan sempat terekam hingga viral di media sosial.

Peristiwa nahas itu bermula ketika Citra beserta rombongan tengah berjalan menyeberangi jembatan usai melangsungkan seremoni pemotongan pita. Namun, situasi berubah drastis saat rombongan berada di area tengah bentang jembatan sekitar pukul 16.15 atau 16.30 WIB.
 
Baca Juga: Mencekam! Panji Petualang Temukan Titik Api Karhutla di Jalur Poros Berau

“Kejadiannya itu hari Minggu sekitar jam 16.15 atau 16.30 WIB-lah, saya diundang oleh Dandim untuk meresmikan Jembatan Pongpet. Jadi, saya hadir sebagai undangan,” ujar Citra kepada awak media di Pendopo Bupati Pangandaran, Selasa (1/9/2026).

Suasana khidmat berubah mencekam ketika jembatan mendadak bergoyang hebat. Merasakan kondisi struktur yang tidak stabil, Citra sempat berupaya memberi instruksi kepada rombongan di belakangnya untuk berhenti dan mundur.

“Pas jalan dan di agak tengah, itu udah mulai goyang. Saya udah ngomong tuh ke belakang karena saya merasa itu jembatan udah enggak stabil,” ungkap Citra.

“Saya nengok ke belakang, saya ngasih instruksi untuk mundur. Tidak lama dari kejadian itu, slingnya patah. Saya posisinya di sebelah kiri, yang patah kanan,” imbuhnya.
 
Baca Juga: Viral Insiden Mobil Tabrak Truk Cargo di Tol Serpong-Cinere, 2 Korban Luka

Seketika sling baja penahan terputus, badan jembatan miring tajam dan membuat orang-orang di atasnya terhempas. Citra bersama rombongan sempat terperosok dan terpental. Dalam situasi kritis tersebut, ia refleks berpegangan erat pada bagian plat pijakan jembatan agar tidak terjatuh ke bawah.

“Posisi saya udah setengah tengkurap dan saya memegang plat yang ada di tengah pijakan. Saya masih di bagian kayu, setelah itu saya ditarik oleh Pak Camat Cijulang dan jalan di pinggir sampai ke tujuan,” jelasnya.

“Pas kejadian patah itu, kayaknya nge-blank, yang saya tahu ‘brukk’ aja gitu,” sambungnya.

Menyikapi insiden traumatik yang dialaminya secara langsung, Citra menegaskan pentingnya evaluasi total terhadap infrastruktur penyeberangan di wilayahnya. Ia mendorong agar ke depan pembangunan jembatan gantung diganti secara permanen demi menjamin keselamatan masyarakat.
 
Baca Juga: Lompati Bisnis, Boy Thohir Terbangkan Putra-Putri Terbaik Indonesia Taklukkan Teknologi China

“Berpikir ke depan, insyaallah, mudah-mudahan anggaran ada, kita bisa membangun tidak ada lagi jembatan gantung. Kita usahakan dengan jembatan permanen,” lanjutnya.

“Karena saya yang merasakan sendiri seperti apa. Untung saya. Bukan masyarakat yang menjadi korban, saya merasakan sendiri,” tukasnya.

Meski demikian, Citra menyampaikan bahwa rencana pengalihan ke jembatan permanen tersebut masih memerlukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.

Tags

Terkini