NAWACITAPOST.COM — Karpet merah digelar, senyum merekah, dan jabat tangan hangat tersaji di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa (23/6/2026). Di atas meja marmer yang mewah, Letnan Dalimunthe Wali Kota Padangsidimpuan, dan Muhammad Bobby Afif Nasution Gubernur Sumatera Utara, merajut "janji manis" sinergi tingkat atas.
Angka fantasi sebesar Rp1,9 triliun digelontorkan untuk anggaran infrastruktur tahun 2026. Narasi indah tentang pembangunan hunian tetap bagi korban bencana diputar bak kaset rusak. Namun, di balik pintu ruang rapat yang tertutup rapat, aroma kecurigaan menyengat hebat. Warga di pelosok Padangsidimpuan meradang: Apakah ini kolaborasi demi rakyat, atau sekadar sekoci penyelamat citra demi menutupi borok lama?
Sinergi di Atas Kertas, Luka di Atas Tanah
Pertemuan tersebut mengklaim fokus pada percepatan pembangunan pasca-bencana. Sesuatu yang terdengar sangat heroik, mengingat ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang mematikan pada tahun 2025 lalu. Namun, janji "hunian tetap" yang baru ini justru memicu bom waktu kemarahan publik. Rakyat tidak butuh dokumen baru; mereka butuh jawaban atas misteri dana yang hilang!
Baca Juga: Pingpong Tanggung Jawab di Balik Bau Busuk Pasar Kedondong, Rakyat Jadi Korban!
"Rakyat tidak butuh janji bertumpuk janji di ruang rapat mewah. Kami butuh bukti: ke mana uang kami pergi, dan kapan hak kami dipenuhi?!"
4 Dosa Transparansi yang Sengaja Dikebiri
Sorotan tajam tertuju pada empat poin krusial yang tampaknya sengaja "dihapus" dari agenda pembahasan kedua pimpinan daerah tersebut:
1. Misteri Dana Banjir 2025: Uangnya Menguap, Rakyat Dipaksa Tanda Tangan
Gubernur menggebu-gebu soal hunian tetap baru. Pertanyaannya: Ke mana perginya dana bantuan ratusan miliar rupiah dari Presiden, Kemensos, dan Pemprov yang sudah cair sejak tahun lalu?
Ironis dan kejam, banyak korban bencana mengaku belum menerima sepeser pun bantuan, padahal mereka diduga sudah dipaksa menandatangani bukti penerimaan. Apakah proyek "hunian tetap" ini hanya kedok untuk meminta suntikan dana baru sementara dana lama sukses "dilenyapkan"?
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi: Masjid Jangan Cuma Jadi Tempat Selfie, Hadirkan Tuhan Lewat Tajuk Kampung!
2. Konspirasi Bungkam: Kominfo Lari dari Tanggung Jawab
Wali Kota Padangsidimpuan sebelumnya telah memerintahkan Dinas Kominfo untuk membuka aliran dana banjir. Hasilnya? Bungkam total. Dinas terkait menghindar bak belut. Anehnya, dalam audiensi tingkat tinggi ini, isu manipulasi data penerima bantuan dan verifikasi lapangan sama sekali tidak disentuh. Ada apa? Apakah ada kesepakatan terselubung untuk saling mengunci rapat aib daerah?
3. Skandal Sibulutolang: Dipajaki tapi Tak Diakui
Rencana perbaikan jalan di Sibulutolang dipamerkan. Namun, ini dinilai hanya sebagai "obat penenang" murah. Mengapa? Karena akar masalah penderitaan warga selama 25 tahun—yaitu kejelasan batas wilayah definitif—selalu dihindari. Secara hukum, wilayah ini masuk Tapanuli Selatan, tetapi aliran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selama puluhan tahun disedot ke Padangsidimpuan. Warga dipajaki, tapi hak layanannya dikebiri.
4. Sinergi Elit, Rakyat Jadi Penonton
Bagaimana mungkin pertemuan yang membahas nasib korban banjir dan warga tertindas tidak melibatkan satu pun perwakilan masyarakat, korban bencana, atau elemen independen? Pertemuan tertutup ini menguatkan dugaan: ini bukan sinergi untuk rakyat, melainkan kongkalikong para penguasa untuk saling mengamankan posisi.
Maklumat Rakyat: Jangan Jual Janji Baru Sebelum Utang Lama Lunas!
Masyarakat Padangsidimpuan kini bersatu menyuarakan tuntutan keras yang tidak bisa ditawar lagi:
-
Audit Total dan Transparansi: Buka secara gamblang ke mana aliran dana bantuan banjir 2025 yang telah disalurkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.Artikel Selanjutnya
Ironi Tapal Batas Padangsidimpuan, Bayar Pajak ke Kas Negara Tapi Hak Rakyat "Dianaktirikan"
Tags
Terkini
Luruskan Polemik Lahan Batam, Ditpam BP Batam Tegaskan KSB Punah dan Sagu Hati Tali Asih
Selasa, 29 September 2026 | 15:27 WIB 12 Tahun Terperangkap Hukum UEA, Nasib PMI Asal Majalengka Menggantung Di Tangan Diplomasi
Selasa, 22 September 2026 | 17:30 WIB Benteng Alam Batam Terancam: Proyek Tiga Perusahaan Diduga Nekat Mencaplok Hutan Lindung
Jumat, 18 September 2026 | 11:40 WIB Wali Kota Kendari Mengaku Pusing Hadapi Krisis BBM dan Antrean Mengular di SPBU
Kamis, 17 September 2026 | 21:08 WIB RDP Dugaan Keracunan MBG di DPRD Karo Memanas, Orang Tua Korban Histeris
Selasa, 8 September 2026 | 15:10 WIB Tragedi Asap di Ketapang, Orangutan Sempurna Gugur Usai Berjuang Melawan Sesak
Sabtu, 5 September 2026 | 09:01 WIB Usai Ramai Dikritik Penanganan Bencana, Viral Momen Gubernur Kalteng ke Lokasi Karhutla
Jumat, 4 September 2026 | 08:03 WIB Terjang Asap Pekat Kalimantan, Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Api Karhutla
Kamis, 3 September 2026 | 15:25 WIB Bupati Pangandaran Ungkap Detik-detik Menegangkan Saat Jembatan Gantung Pongpet Ambruk
Selasa, 1 September 2026 | 21:27 WIB Kepung Karhutla Sintang, Sekda Kartiyus Desak Menteri Kehutanan Turun Tangan Persenjataan Personel
Selasa, 1 September 2026 | 19:15 WIB Boy Thohir dan Hendropriyono Lepas Putra-Putri Terbaik Indonesia Menuju Tianjin University
Senin, 31 Agustus 2026 | 14:48 WIB Viral! Aksi Nekat Pengunjung Taman Safari Indonesia Buka Kaca Mobil di Area Harimau
Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:30 WIB Karena Kabut Asap Karhutla, Suara Klakson Riuh Saling Bersahut di Jalanan Kalsel
Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:29 WIB Usai Ngamuk Rusak Motor, Sopir Arogan di Bintaro Akhirnya Minta Maaf
Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:22 WIB Melawan Pembingkaian Media, Saut MT Harahap Layangkan Hak Jawab dan Bantahan Kerusuhan Opini
Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:22 WIB Padangsidimpuan Menjerit! Adnan Buyung dan Saut MT Bongkar Skandal Rapat Mewah DPRD
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:11 WIB Dugaan Pemborong Mengatur Uang Negara: Misteri Saut MT Harahap Bagi-Bagi Anggaran
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:53 WIB Skandal Ratusan Miliar: Konspirasi Empat Elemen Pemda Padangsidimpuan Manipulasi Bantuan Bencana
Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:28 WIB Misteri Bantuan Presiden Rp4 Miliar Padangsidimpuan: Dulu Sebut Diposkan 4 Dinas, Saut Harahap Kini Membelot Jadi Orator Aksi
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:42 WIB Hanya Dapat Telur-Kacang Hijau, Korban Bencana Padangsidimpuan Pertanyakan Ratusan Miliar Bantuan
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:41 WIB
Artikel Terkait
Ironi Tapal Batas Padangsidimpuan, Bayar Pajak ke Kas Negara Tapi Hak Rakyat "Dianaktirikan"
Lautan Manusia Kuasai Jantung Bandar Lampung, Tugu Adipura Jadi Saksi Pesta Udara Bersih
Siap Guncang Manokwari! Kontingen Pesparawi DKI Jakarta Resmi Dilepas Menuju Panggung Nasional 2026
Dini Hari Membara di Kondamara: Rumah Lukas Taramanandang Ludes Dilalap Jago Merah
‘The Golden Belt’ Mengguncang Dunia, Jabar Sukses Sabet Transaksi Rp25 Miliar di WIITEX 2026!