NAWACITAPOST.COM – Aroma harum kopi, teh, dan kakao murni yang memenuhi Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung menjadi saksi bisu dari sebuah pencapaian megah. West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 resmi ditutup dengan catatan gemilang yang mengukuhkan posisi Jawa Barat sebagai raksasa baru di panggung perdagangan global.
Tidak tanggung-tanggung, hanya dalam waktu tiga hari, perhelatan akbar ini berhasil membukukan angka transaksi fantastis sebesar Rp25,09 miliar (atau setara 1,4 juta dolar AS)! Angka yang menjadi bukti nyata bahwa komoditas bumi Pasundan kini tengah diburu oleh dunia.
Panggung Diplomasi Dagang: 14 Negara Berebut Komoditas Unggulan Jabar
WIITEX 2026 bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah medan pertempuran bisnis yang strategis. Nining Yuliastiani Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, mengungkapkan gelombang antusiasme global yang tak terbendung.
Baca Juga: Sentuhan Kasih dan Kolaborasi Hebat, Pelepasan Siswa TK Tarakanita Solo Baru Berlangsung Meriah!
"Awalnya hanya ada 11 negara yang terdaftar. Namun di tengah sengitnya business matching, jumlah tersebut melonjak menjadi 14 negara! Sekitar 80 buyer dan seller dari berbagai belahan dunia bertarung secara hybrid untuk mengamankan produk-produk terbaik kita," ungkap Nining dengan nada optimis.
Salah satu bintang utama dalam lelang komoditas ini adalah teh premium Jawa Barat. Dengan kualitas tinggi yang tiada tanding, teh Jabar menjadi rebutan para investor internasional untuk dijadikan bahan blending maupun produk hilir mewah bernilai tambah.
Kebangkitan 'The Golden Belt': Langkah Berani Melawan Impor
Mengusung tema teatrikal yang visioner, 'The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future,' Erwan Setiawan Wakil Gubernur Jawa Barat, yang menutup acara secara resmi pada Minggu (14/6/2026), menegaskan bahwa masa depan ekonomi Jabar tidak lagi berbicara soal kuantitas, melainkan kualitas dan keberlanjutan.
Secara dramatis, Wagub Erwan juga meniupkan genderang perang terhadap ketergantungan bahan baku impor, khususnya untuk komoditas kakao.
"Jawa Barat memiliki tanah yang diberkati, lahan kita sangat luas! Saya menantang kita semua untuk memanfaatkan lahan potensial, termasuk lahan tidur milik masyarakat dan Perhutani. Kita harus memproduksi bahan baku sendiri. Kita tidak boleh terus-menerus didikte oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing!" tegas Erwan dalam pidatonya yang membakar semangat.
Lebih dari Sekadar Bisnis: Edukasi dan Masa Depan
Ajang WIITEX 2026 ini dinilai sangat keren karena mampu mengawinkan aspek bisnis dengan edukasi tingkat tinggi. Mulai dari workshop radikal pengolahan kakao bean-to-bar, lelang komoditas yang menegangkan, hingga gelar wicara mengenai perdagangan berkelanjutan (sustainable trade).
Dengan berakhirnya WIITEX 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menancapkan bendera kejayaannya. Jejaring bisnis telah terikat, dan dunia kini tahu: Kopi, Teh, dan Kakao Jawa Barat adalah masa depan.
Sumber: Humas Diskominfo Provinsi Jawa Barat.
Artikel Terkait
Mata Rantai Yang Terputus: Gurita Bauksit Aseng dan Misteri "Satu Meja" di Kalbar
Batam Dikepung Air: Alam Menjerit, Warga Tuding Proyek Reklamasi Jadi Biang Kerok!
Mengguncang Jakarta, Ratusan Warga Tengki Seribu Batam "Ketuk" Pintu Menteri HAM
Skandal Mbg Merambat Ke Lampung: Gurita Korupsi Pusat Menular, GPB Desak Kejagung Geledah 1.200 Dapur!
Kawal Uang Rakyat Hingga WTP Ke-9: DPRD Nganjuk Tegaskan Pengawasan Ketat di Rapat Paripurna LPJ APBD 2025!