NAWACITAPOST.COM - Dalam debat calon wakil presiden 2024, istilah "ekonomi sirkular" dilontarkan Mahfud Md ketika menjawab pertanyaan Gibran Rakabuming Raka tentang greenflation.
Greenflation sendiri merujuk pada kenaikan harga akibat peralihan ke ekonomi hijau. Namun, Mahfud MD menyatakan bahwa inflasi hijau selaras dengan ekonomi hijau yang merupakan model dari ekonomi sirkuler.
Gibran, merespons jawaban Mahfud, menyatakan kebingungannya karena Mahfud malah membahas ekonomi hijau ketika ditanya tentang cara mengatasi inflasi hijau. Bahkan, Gibran mengekspresikan ketidakpuasannya dengan bahasa tubuh yang mencerminkan keheranan terhadap jawaban tersebut.
Lalu apa yang disebut dengan ekonomi sirkuler?
Dilansir dari situs Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), ekonomi sirkular merupakan paradigma ekonomi baru yang memiliki fokus utama pada pemeliharaan nilai produk, bahan, dan sumber daya dalam siklus hidup ekonomi, seiring upaya meminimalkan dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan oleh model ekonomi linear.
Dalam konteks ini, pendekatan ekonomi sirkular bukan sekadar membahas pengelolaan limbah melalui daur ulang, tetapi juga mencakup serangkaian intervensi luas di semua sektor ekonomi, seperti efisiensi sumber daya dan pengurangan emisi karbon (Ellen MacArthur, 2015).
Ekonomi sirkular bertujuan untuk memperpanjang siklus hidup suatu produk, bahan baku, dan sumber daya agar dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin.
Baca Juga: Elektabilitas Ganjar-Mahfud Rebound, Berpeluang Menang Satu Putaran
Prinsip-prinsipnya melibatkan pengurangan limbah dan polusi, menjaga produk dan material agar dapat dipakai selama mungkin, serta meregenerasi sistem alam (Ellen Macarthur Foundation). Dengan kata lain, melalui ekonomi sirkular, kita dapat mencapai lebih banyak dengan menggunakan lebih sedikit.
Di Indonesia, saat ini, sistem ekonomi masih didominasi oleh model linear yang dianggap dapat memaksimalkan hasil dan keuntungan. Namun, model ini dianggap tidak berkelanjutan dalam jangka panjang karena bergantung pada pendekatan "ambil-pakai-buang."
Upaya untuk menerapkan ekonomi sirkular di Indonesia tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024. Ekonomi sirkular diintegrasikan dalam Agenda Prioritas Nasional 1 dan Agenda Prioritas Nasional 6, yang masing-masing berkaitan dengan memperkuat ketahanan ekonomi serta membangun lingkungan hidup dan meningkatkan ketahanan bencana.
Baca Juga: Viral! Ledek Mahfud Md, Netizen Sebut Gibran Songong
Sebuah laporan yang diluncurkan oleh Kementerian PPN/Bappenas mengungkap manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dari penerapan ekonomi sirkular di Indonesia. Beberapa manfaat di antaranya, berpotensi untuk menghasilkan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp593-638 triliun pada tahun 2030.
Selain itu berpotensi menciptakan lapangan kerja. Estimasinya mencapai 4,4 juta lapangan kerja hijau, sebanyak 75 persen di antaranya merupakan tenaga kerja perempuan, dapat terwujud pada tahun 2030.
Artikel Terkait
Survei Puspoll: Pemilih PSI Lebih Banyak Dukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD
Mahfud Md Sebut Penegakan Hukum Masih Compang-camping, Ini Maksudnya!
Kader Golkar Ramai-ramai Dukung Ganjar dan Mahfud Md
Viral! Ledek Mahfud Md, Netizen Sebut Gibran Songong
Ditanyakan Gibran ke Mahfud Md Saat Debat Cawapres, Apa itu Greenflation?