NAWACITAPOST.COM - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan.(KPH) Mojokerto bersama Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Ngimbang dan Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIKP) Ranting Kambangan mengadakan kegiatan "Jum'at Bersih" di persemaian Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Grenjengan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kambangan, pada Jum'at.(12/07/2024).
Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com dari humas Perhutani KPH Mojokerto Eko Sulistio Wahyudi, kegiatan Jum'at Bersih ini dilakukan dengan antusias dan gotong royong merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan konservasi lingkungan dan pembangunan hutan kehutanan KPH Mojokerto, Jawa Timur.
Baca Juga: Tingkatkan Income Perusahaan, Perhutani Mojokerto Bersama Mitra Lakukan Kerja Sama Agroforestri
Administratur Perhutani Mojokerto Rusydi, melalui Supadi Kepala BKPH Kambangan, menyampaikan bahwa, kegiatan pembersihan persemaian ini bertujuan untuk mensukseskan kegiatan persemaian sehingga menghasilkan bibit unggul yang siap tanam dan berkualitas.
"Kami ucapkan terima kasih kepada segenap jajaran IGTKI Kecamatan Ngimbang yang telah berpartisipasi bersama para istri karyawan Perhutani," ucap Supadi.
Baca Juga: Mitigasi Karhutla, Perhutani KPH Mojokerto Bersinergi Dengan Kodim 0815 Lakukan Patroli Bersama
Supadi menambahkan, pembersihan persemaian dari gulma dan rumput liar sangat penting agar menghasilkan bibit yang berkualitas dan siap tanam.
"Saya ucapkan terima kasih kepada ibu-ibu guru dari IGTKI dan IIKP yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ungkap Supadi.
Mewakili IGTKI Ngimbang, Kepala Sekolah TK Tunas Rimba I Kambangan Nur Azizah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perhutani KPH Mojokerto, dimana IGTKI bisa berperan, berkiprah dalam upaya ikut mencintai serta melestarikan lingkungan.
"Kegiatan ini juga dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2024," ujar Nur Azizah.
Baca Juga: Dukung Swasembada Gula Nasional, Perhutani KPH Mojokerto Tunjukkan Komitmen Untuk PG Krebet Baru
Nur Azizah menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung dalam pembersihan persemaian, tetapi juga memberikan pengetahuan baru bagi para guru tentang persemaian dan lingkungan hidup untuk diaplikasikan di sekolah, sebagai bagian dari upaya mencintai lingkungan sejak usia dini.