NAWACITAPOST.COM, SURABAYA – Kenaikan porsi anggaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menjadi 2,37 persen dalam pembahasan APBD 2027 justru membuka persoalan lama: mengapa pengembangan transportasi publik masih berjalan lambat, sementara kebutuhan mobilitas masyarakat terus meningkat?
Komisi C DPRD Surabaya menilai kenaikan anggaran tersebut harus dibuktikan dengan hasil konkret. Bukan sekadar memperbesar angka belanja, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan tambahan armada, perluasan rute, serta pelayanan transportasi umum yang semakin layak.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, secara tegas menyayangkan lambannya pencapaian target pengembangan transportasi publik, khususnya penyediaan angkutan utama dan feeder Wira Wiri.
Menurut Aning, perencanaan pengembangan transportasi publik sebenarnya sudah memiliki tonggak pencapaian yang jelas, yakni 11 rute angkutan utama dan 30 rute feeder. Namun, perjalanan sejak 2018 hingga 2026 dinilai belum menunjukkan percepatan yang memadai.
"Kita melihat milestone-nya itu kan harusnya ada 11 bus besar dan 30 rute feeder. Dari 2018 sampai dengan 2026 itu sangat lambat," tutur Aning, Jumat (30/10/2026).
Ia menegaskan, transportasi publik tidak boleh hanya menjadi program pelengkap pembangunan kota. Pemerintah harus berani memperluas jangkauan layanan agar masyarakat memiliki alternatif nyata selain menggunakan kendaraan pribadi.
Terlebih, berdasarkan kajian yang disampaikan dalam pembahasan bersama Dishub, terdapat dua rute baru yang dinilai mendesak untuk segera direalisasikan.
"Ada dua rute baru yang memang darurat, mendesak untuk ditambahkan, dan itu kita minta untuk ditambahkan," tegasnya.
Untuk merealisasikan penambahan tersebut, Komisi C mendorong Dishub melakukan pergeseran maupun penambahan alokasi anggaran. Kebutuhan pembiayaan diperkirakan mencapai sekitar Rp36 miliar.
"Kemungkinan sekitar Rp36 miliar. Jadi Dishub akan menggeser dan menambah anggaran khusus transportasi publik," pungkas Aning.
Tujuh Juta Pengguna, Tetapi Pengembangan Rute Belum Seimbang
Sorotan Komisi C bukan tanpa alasan. Data Dishub Surabaya menunjukkan minat masyarakat terhadap transportasi umum terus meningkat.
Pada 2023, jumlah penumpang transportasi umum tercatat sekitar 1,9 juta orang. Angka tersebut meningkat menjadi 3,5 juta pada 2024, kemudian melonjak hingga sekitar tujuh juta pengguna sepanjang 2025.
Bahkan, hingga Maret 2026, jumlah pengguna sudah mencapai 1,8 juta orang atau rata-rata sekitar 600 ribu penumpang setiap bulan.
Data tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan transportasi publik bukan lagi persoalan kecil. Masyarakat mulai memanfaatkan layanan yang tersedia, sehingga pemerintah semestinya menjadikan peningkatan pengguna sebagai alasan untuk mempercepat ekspansi layanan.