Dan kalau warga sudah membayar, pertanyaannya sederhana:
"Uang kami dibayar untuk pelayanan apa?"
Kalau jawabannya adalah pelayanan persampahan, maka pelayanan tersebut harus bisa terlihat, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Jangan sampai warga membayar retribusi ke Pemkot, membayar lagi petugas kampung, sementara ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab atas sampah dari rumah ke TPS, jawabannya justru saling lempar. ***