Kampung Pancasila.
Kampung Cerdas.
Kampung-kampung dengan berbagai branding lainnya.
Pertanyaannya:
berapa banyak program kampung yang benar-benar menjadi gerakan warga, bukan sekadar program pemerintah?
Kampung Madani: Dicanangkan, Lalu Apa?
Eri Cahyadi pernah meluncurkan 17 Kampung Madani. Program tersebut diarahkan untuk membangun pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Bahkan Kampung Pancasila juga sempat menjadi bagian dari rangkaian program tersebut.
Namun kemudian konsep Kampung Pancasila dikembangkan menjadi program tersendiri.
Pemkot bahkan menyebut Kampung Pancasila sebagai penyempurnaan sejumlah program sebelumnya seperti Green and Clean dan Surabaya Smart City.
Di sinilah publik berhak bertanya:
Mengapa program kampung harus terus berganti nama?
- Green and Clean.
- Surabaya Smart City.
- Kampung Madani.
- Kampung Pancasila.
- Dan kini berbagai program pemberdayaan lainnya.
Jangan sampai masyarakat akhirnya bingung:
"Kampung kami sebenarnya mau jadi apa?"
Sebab pembangunan bukan perlombaan menciptakan merek. Pembangunan adalah memastikan program benar-benar berakar. Kalau program lama belum dievaluasi secara terbuka, kemudian muncul program baru dengan nama baru, publik berhak bertanya:
Ini inovasi atau sekadar rebranding?
Kampung Pancasila: Legacy Eri yang Harus Berani Diuji
Kampung Pancasila adalah salah satu gagasan yang sangat dekat dengan kepemimpinan Eri Cahyadi.