daerah

Ukir Sejarah Perdamaian Adonara, Lowonara dan Belle Berdamai Lewat Ritual Adat

Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:33 WIB

NAWACITAPOST.COM— Ketegangan membara yang sekian lama menyelimuti Desa Lowonara dan Desa Belle kini resmi meredam. Bertempat di Aula Paroki Kristus Raja Waiwerang pada Senin (10/8/2026), momen bersejarah tercipta saat kedua pihak mengikat janji suci ikrar perdamaian melalui upacara sakral adat dan penandatanganan surat pernyataan damai.

Di bawah naungan nilai kearifan lokal Adonara yang kental, para sesepuh adat memimpin jalannya prosesi sakral tersebut. Gelora semangat “Lepan Dopi, Ledan Gala” bergema memenuhi ruangan, menjadi simbol pengikatan kembali tali persaudaraan yang sempat merenggang serta komitmen abadi untuk meruntuhkan tembok perselisihan.

Disaksikan Para Petinggi Daerah

Prosesi rekonsiliasi ini berlangsung dramatis dan khidmat dengan dihadiri jajaran petinggi daerah. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal, Bupati Flores Timur, Ketua DPRD Flores Timur, beserta unsur Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh adat hadir menjadi saksi bisu bersatunya kembali masyarakat kedua desa.
 

Guna memastikan perdamaian tak sekadar manis di atas kertas, Pemerintah Kabupaten Flores Timur menurunkan "Tim 9"—tim percepatan perdamaian yang ditugaskan khusus mengawal komunikasi, menjaga kondusivitas, dan memfasilitasi dialog di masa mendatang.

Polri Beri Apresiasi Tinggi

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, mewakili Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terwujudnya rekonsiliasi yang mengedepankan kearifan lokal ini.

“Perdamaian yang kita saksikan hari ini merupakan hasil dari niat baik dan kebersamaan seluruh pihak. Penandatanganan surat pernyataan damai harus menjadi pegangan bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, persaudaraan, dan keharmonisan masyarakat,” kata Henry menyampaikan pesan Kapolda NTT.

Ia menekankan bahwa langkah ini adalah awal dari tanggung jawab bersama untuk merawat harmoni secara berkelanjutan.
 

“Kearifan lokal dan nilai-nilai adat memiliki kekuatan besar dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Jika muncul persoalan, penyelesaiannya harus ditempuh melalui komunikasi, musyawarah, serta mekanisme adat dan hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Membuka Lembaran Baru

Kini, riak konflik masa lalu resmi dikubur dalam-dalam. Momentum di Waiwerang ini menjadi fajar baru bagi warga Lowonara dan Belle untuk melangkah bersama dalam balutan rasa aman, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan tanah Adonara demi generasi yang akan datang.(FKD)

Tags

Terkini