Jumat, 5 Juni 2026

Kanwil Kemenkumham Papua Gelar Workshop Penerapan Manajemen Risiko dan Sosialisasi Target Tingkat Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Rabu, 15 Februari 2023 | 22:06 WIB
Kanwil Kemenkumham Papua Gelar Workshop Penerapan Manajemen Risiko dan Sosialisasi Target Tingkat Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)
Kanwil Kemenkumham Papua Gelar Workshop Penerapan Manajemen Risiko dan Sosialisasi Target Tingkat Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)

Jayapura, NAWACITApost.com Workshop Penerapan Manajemen Risiko dan Sosialisasi Target Tingkat Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di Lingkungan Kanwil Kemenkumham Papua yang dihadiri oleh Pars Pimti Pratama, Pejabat Administrasi, Pengawas, Kepala UPT Pemasyarakatan dan Keimigrasian dan Operator SPIP se-Papua. Kegiatan Workshop ini diselenggarakan bertempat di Hotel Grand Abepura Lt 7 dengan 90 Peserta yamg Hadir.

Dalam Laporan Ketua Panitia, oleh Kepala Bagian Program dan Humas, Victor Lucky Maturbongs mengatakan tujuan agar Pimpinan dapat mengambil kebijakan dari 5 Unsur SPIP sehingga Penerapan Nilai-nilai dan Pencegahan Korupsi dapat dilaksanakan dengan baik upaya Analisis risiko yang terjadi dalam penyelenggaraan tatakelola pemerintah.

-


Sementara itu Kakanwil Kemenkumham Papua, Anthonius M. Ayorbaba, SH.,M.Si dalam sambutannya menyampaikan penerapan Manajemen Risiko secara konsisten itu sangat penting, dalam pengendalian internal, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan yaitu, Government, Risk dan Control.

"Tujuan organisasi harus tercapai, baik rencana, output dan pengelolaan yg baik di management nya," ujar Ayorbaba.

 

Kewajiban kita melakukan analisis resiko harus bisa membaca risiko-risiko yang akan terjadi di lingkungan kerja kita di Jajaran Kanwil Kemenkumham Papua, faktor apa saja yg mempengaruhi baik risiko positif maupun negatif. "SPIP bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan negara, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan," ujar Kakanwil Papua.

Dikatakannya dinamika penyelenggaraan pemerintahan menuntut adanya peningkatan kualitas pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) oleh seluruh lembaga negara.

Tuntutan penerapan SPIP tersebut juga melekat kepada Kementerian Hukum dan HAM, termasuk pada seluruh satuan kerja di lingkungan Kanwil Kemenkumham Papua. “Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah,SPIP adalah proses integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi, baik melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan asset Negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan,” lanjut Anthonius M. Ayorbaba.

Unsur penting di dalam SPIP, sambung Ayorbaba yakni Penilaian risiko, yang juga merupakan bagian dari pemenuhan target kinerja Kanwil Kemenkumham Papua ke depannya. Sebagai Pimpinan di wilayah, Kakanwil meminta kepada seluruh jajaran Kantor Wilayah dan Satuan Kerja Imigrasi dan Pemasyarakatan, bahwa sebagai unit pemilik risiko yang wajib menyelenggarakan manajemen risiko.

-


Setiap pengambilan keputusan harus berbasis pada mitigasi risiko sesuai peta risiko yang telah disusun setiap satker. “Oleh karena itu, Pimpinan dan jajaran harus kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan setiap permasalahan, dan senantiasa meningkatkan kualitas pembangunan zona integritas pada satkernya,” pungkas Kakanwil.

Kemudian Kakanwil Kemenkumham Papua pun resmi membuka Kegiatan Workshop tersebut ditandai dengan pemukulan Tifa disertai tepuk tangan seluruh Peserta kegiatan. Pemateri dari BPKP Perwakilan Provinsi Papua pun dihadirkan menyampaikan teknis penilaian maturitas SPIP, dan mitigasi risiko. Kegiatan yang digelar hibrid tersebut sangat antusias diikuti oleh seluruh peserta dari Kanwil dan UPT. Peserta diberikan kesempatan berdiskusi dan bertanya terkait permasalahan yang dihadapi.

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini