Di sisi lain, Azhar Kahfi, anggota Komisi A DPRD Surabaya yang turut hadir, menyampaikan harapannya agar masyarakat lebih berhati-hati di masa mendatang. Ia juga mengingatkan pentingnya kerjasama antara pihak RT, RW, dan komunitas setempat dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami tidak ingin ada bencana seperti ini lagi. Minimal pihak RW dan teman-teman dari RT harus bahu-membahu dalam persoalan bencana,” kata Azhar.
Menurut Azhar, kebakaran ini terjadi akibat korsleting di lantai dua yang kemudian menyambar rumah di sekitarnya. Ia menekankan pentingnya aksesibilitas bagi mobil pemadam kebakaran di area permukiman padat dan memperingatkan agar APAR di setiap wilayah selalu diperiksa secara berkala.
Dengan langkah preventif ini, diharapkan masyarakat Surabaya semakin siap menghadapi risiko kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk yang sulit dijangkau. ***
Artikel Terkait
Reses di Sidodadi, Azhar Kahfi Usulkan Distribusi Buku Ajar Merata di Surabaya
Komisi A DPRD Surabaya Apresiasi Respons Cepat BPBD Tangani Rumah Ambruk di Kecamatan Semampir
Warga Babatan Keluhkan Pembangunan Pasar Terhambat Masalah Fasum, Komisi A Surabaya Siap Tindak Lanjut
Pengaruh Negatif Gadget pada Anak: Johari Mustawan Minta Tindakan Preventif dari Pemerintah
Reses di Gunungsari Indah, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Bahas Pelatihan Digital dan Wirausaha
Achmad Nurdjayanto Dorong Penambahan Kuota Program Rutilahu di Surabaya