NAWACITAPOST.COM – Dua anggota DPRD Surabaya dari Komisi A turun langsung melihat kondisi korban kebakaran di wilayah Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Surabaya, pada Senin (4/11/2024), setelah insiden kebakaran yang melanda pada Minggu pagi, pukul 08.00 WIB.
Kebakaran tersebut menghanguskan tujuh bangunan semi permanen dan satu bangunan permanen, serta merusak sebagian dari satu rumah lainnya. Sebanyak 12 keluarga dengan total 47 jiwa terdampak akibat kejadian ini, namun tidak ada korban jiwa.
Ketua Komisi A, Yona Bagus Widiyatmoko, menyampaikan apresiasi atas respons cepat warga setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam menangani kebakaran ini.
Baca Juga: Dukung Warga Sambikerep, Yona Bagus Siap Bantu Fasilitasi Pembangunan dan Wirausaha
“Kami hadir di sini melihat secara langsung bagaimana warga yang menjadi korban kebakaran, dan alhamdulillah saya mewakili Komisi A DPRD Surabaya menyampaikan terima kasih atas sikap tanggap darurat dari warga dan juga dari mitra-mitra kerja kami, BPBD maupun Damkar,” ujar Yona.
Dalam kunjungannya, Yona mengusulkan penambahan titik hidran di gang-gang sempit yang sulit dijangkau oleh petugas pemadam kebakaran. Ia menekankan bahwa hidran dapat memanfaatkan sumber air lokal seperti sumur tanah atau tandon, yang memungkinkan warga melakukan langkah antisipasi lebih cepat saat terjadi kebakaran.
“Untuk wilayah yang sulit dijangkau oleh Damkar, kami menghendaki ada titik hidran. Ini bukan hal yang sulit direalisasikan, karena gang-gang sempit ini sangat sulit dijangkau oleh Damkar,” jelasnya.
Baca Juga: Reses DPRD Surabaya, Rabbany Al Yunyfar Intensifkan Serap Aspirasi
Selain hidran, Yona mendorong agar setiap RT dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR). Menurutnya, edukasi penggunaan APAR harus diberikan secara berkelanjutan karena masih banyak warga yang belum memahami cara menggunakannya, sementara sebagian besar APAR di balai RW sudah kedaluwarsa.
“APAR yang ada di balai RW ini kebanyakan kedaluwarsa. Padahal jika sudah expired, ketika terjadi kebakaran APAR tidak bisa digunakan. Kami akan berkoordinasi dengan BPBD agar secara berkesinambungan memberikan pelatihan kepada warga,” tambahnya.
Sebagai bentuk perhatian, Yona menyerahkan bantuan sebesar Rp.1.500.000 untuk setiap rumah terdampak kebakaran. “Kami mewakili Komisi A dan DPRD kota Surabaya turut prihatin dan semoga bantuan ini bisa memperingan beban warga yang terdampak,” ujarnya.
Baca Juga: Bahtiyar Rifai Janji Bantu Warga Terdampak Proyek TIJ-KBS
Artikel Terkait
Reses di Sidodadi, Azhar Kahfi Usulkan Distribusi Buku Ajar Merata di Surabaya
Komisi A DPRD Surabaya Apresiasi Respons Cepat BPBD Tangani Rumah Ambruk di Kecamatan Semampir
Warga Babatan Keluhkan Pembangunan Pasar Terhambat Masalah Fasum, Komisi A Surabaya Siap Tindak Lanjut
Pengaruh Negatif Gadget pada Anak: Johari Mustawan Minta Tindakan Preventif dari Pemerintah
Reses di Gunungsari Indah, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Bahas Pelatihan Digital dan Wirausaha
Achmad Nurdjayanto Dorong Penambahan Kuota Program Rutilahu di Surabaya