NAWACITAPOST.COM - Doa lintas agama untuk keselamatan bangsa dan negara menjadi sorotan utama dalam Festival Joko Dolog 2024 yang digelar Kamis malam.
Pemuka agama dari berbagai aliran, termasuk Budha, Katolik, dan Islam, secara bergantian memanjatkan doa.
Acara ini diawali dengan doa Budha yang dihaturkan oleh seorang Biksu dari Tibet. Kemudian, perwakilan dari aliran kepercayaan dan Islam juga menyampaikan doa mereka.
Baca Juga: PSN Reklamasi Wilayah Kenjeran, Forum LPMK Pesisir Surabaya tak Yakin Janji PT Granting Jaya
Doa Lintas Agama ini menjadi pembuka sebelum pagelaran wayang kulit dengan lakon “Semar Mbangun Kayangan.”
Dalang Ki Bambang Handoyo memainkan peran penting dalam puncak acara ini. Wakil Walikota Surabaya, Armuji, memberikan sambutan dan menyerahkan gunungan kepada Dalang Ki Bambang Handoyo sebagai pertanda dimulainya pagelaran wayang.
Armuji menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam menjaga harmoni antara pembangunan dan pelestarian kehidupan berbudaya.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pemkot Surabaya Membebaskan PBB, Ini Syaratnya!
Festival Joko Dolog diharapkan terus tumbuh dan menjadi sarana edukasi bagi generasi penerus, mengenang sejarah panjang Surabaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Cak Ji, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyatakan dukungan penuh untuk pelestarian kehidupan berbudaya melalui berbagai kegiatan, termasuk bersih desa dan sedekah bumi. ***
Artikel Terkait
Dialog Humanis Cak Ji dalam Penertiban PKL Pasar Loak Dipuji Warganet
Kapal Perang Vietnam Sambangi Surabaya, Cak Ji: Jangan Lupa ke Tunjungan
Hingga habis semester, Dua BUMD tak Setor Deviden. Reni Astuti: Ada Apa?
Nelayan Tolak Reklamasi PSN Kenjeran, Berikut penjelasan PT Granting Jaya
Kabar Gembira! Pemkot Surabaya Membebaskan PBB, Ini Syaratnya!
PSN Reklamasi Wilayah Kenjeran, Forum LPMK Pesisir Surabaya tak Yakin Janji PT Granting Jaya