Sabtu, 18 Juli 2026

Nelayan Tolak Reklamasi PSN Kenjeran, Berikut penjelasan PT Granting Jaya

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 25 Juli 2024 | 00:13 WIB
Direktur Utama PT Granting Jaya, Soetiadji Yudho sedang berdialog dengan perwakilan Nelayan, Mas'ud (Nawi)
Direktur Utama PT Granting Jaya, Soetiadji Yudho sedang berdialog dengan perwakilan Nelayan, Mas'ud (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Proyek Strategis Nasional (PSN) bertajuk Surabaya Waterfront Land (SWL), yang akan dibangun di kawasan pesisir Pantai Kenjeran, sudah mulai disosialisasikan desainnya. Tetapi, proyek tersebut terus menuai kritik dan protes, terutama dari para Nelayan yang merasa mengancam mata pencahariannya.

Terlihat dalam kegiatan sosialisasi yang dilakukan PT Granting Jaya sebagai operator proyek, belasan protes dan pernyataan penolakan mewakili suara ratusan nelayan se-Kota Surabaya yang hadir.

Kegiatan yang berlangsung di Atlantis Land, Kenjeran Park, Surabaya, Rabu, 24 Juli 2024 tersebut, terlihat ada dialog yang cukup alot. Nampak hadir, Kapolsek Bulak, Danramil, Pegiat lingkungan hidup, serta perwakilan dari kelurahan dan kecamatan.

Baca Juga: Hingga habis semester, Dua BUMD tak Setor Deviden. Reni Astuti: Ada Apa?

Mukminin, salah satu perwakilan nelayan asal Desa Wonorejo itu mengaku resah setelah mengetahui ada proyek reklamasi.

"Terus terang, saya merasa terancam secara penghasilan. Adanya reklamasi ini, mata pencaharian saya ditutup. Perut saya ini diisi oleh alam sekitar (hasil laut, Red)," ujarnya.

Perwakilan Nelayan menyampaikan protes dan penolakan terhadap Proyek Reklamasi PSN di wilayah Kenjeran (Nawi)

Mukminin pun khawatir terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Seperti air yang akan berubah menjadi keruh, debit air yang bertambah, hingga persoalan sedimentasi.

"Ekosistem pasti berubah. Nelayan harus menunggu berapa tahun supaya ikan-ikan kembali ke situ. Siapa yang menjamin nelayan dan warga sekitar yang terdampak proyek reklamasi?" imbuhnya.

Baca Juga: Wakil Walikota Surabaya Armuji Ajak Investor Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Senada, nelayan dari Bulak, Mas'ud, juga menyampaikan kekhawatiran yang hampir sama.

Namun ia menyadari bahwa proyek SWL ini sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, maka dari itu dirinya berharap agar seluruh jajaran Pemerintah bisa duduk bersama pemangku proyek dan seluruh Nelayan untuk memberikan penjelasan dan jaminan kehidupan kepada rekan-rekan seperjuangannya.

Agung Pramono, Juru bicara PT Granting Jaya, saat memaparkan desain besar Proyek Strategis Nasional di wilayah Kenjeran (Nawi)

"Kami nelayan, warga kecil tidak bisa berbuat apa-apa. Kami tahu kami tidak ada pilihan lain. Kami tidak bisa menolak. Tetapi, saya mohon pikir lah bagaimana nasib kami," serunya.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini