NAWACITAPOST.COM - Wakil ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti mengaku heran bahwa hingga habis semester tahun 2024, dari laporan Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya, bahwa ada dua BUMD Surabaya yang tidak menyetor kewajiban devidennya.
"Kalau bicara terkait pendapatan daerah, maka disitu kita bicara terkait PAD yaitu dari pajak, restribusi dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, juga dari lain-lain pendapatan yang sah, misalnya dari pendapatan denda, dll," terang Reni, disela kesibukannya, Senin (22/7/2024), di kantor Dewan Yos Sudarso.
Yang kedua, terangnya, adalah dari pendapatan tranfer baik dari pusat maupun antar daerah. Kemudian yang ketiga juga dari pendapatan daerah yang sah, seperti pendapatan hibah, dana darurat dan pendapatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Baca Juga: Wakil Walikota Surabaya Armuji Ajak Investor Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
"Nah, dari total semua pendapatan itu, hingga 30 Juni 2024 atau dalam satu semester ini capaiannya adalah 41,05 persen, dan ini banyak di kontribusi oleh PAD yaitu sebesar 45,18 persen," sebut Politisi PKS ini.
Terkait PAD, Anggota DPR RI terpilih ini memberikan catatan bahwa target pendapatan BUMD masih rendah, masih di angka 24,09 persen. Yang banyak memberikan kontribusi adalah PDAM Surya Sembada, meski secara prosentase masih rendah.
Yang belum berkontribusi sama sekali atau nol persen, menurut laporan Pemkot adalah PT SIER dan RPH (Rumah Potong Hewan) kota Surabaya.
Baca Juga: Momen 17 Agustus, Dewan AH Thony Ajak Masyarakat Bikin Lomba Inovatif Ciptakan Pangsa Pasar
"Disini kita sangat berharap, di 6 bulan sudah berjalan ini jangan sampai ada yang masih nol persen," harap Reni.
"Kok masih nol persen, apa penyebabnya? Sebenarnya ini tidak boleh, tapi biarlah ini nanti dibicarakan waktu pembahasan APBD di komisi B," tambahnya.
Reni menerangkan, target deviden dari PT SIER adalah sebesar 13.895.724.423 dalam satu tahun, sementara target deviden dari RPH adalah 246.800.714.
Baca Juga: Cak Ji: Kota Lama Surabaya, Masa Depan Ekonomi yang Cerah
Namun Reni Astuti juga mengapresiasi beberapa BUMD yang sudah menyetor devidennya. "Yang paling tinggi adalah BANK Jatim, baru satu semester sudah 100 persen yaitu 17 miliar, artinya tahun depan harus ditingkatkan targetnya," ungkap Reni.
Kemudian juga PDAM Surya Sembada. Dari target 175 miliar, perusahaan air minum ini sudah setor sebesar 20 miliar. "Sekitar 12 persen-an," ucap Reni.
Artikel Terkait
Relawan Prabowo Usulkan AH Thony-Richard Maju Pilkada Surabaya 2024-2029
Muncul Puluhan Baliho, Dukungan Mengalir untuk AH Thony dan Richard dalam Pilkada Surabaya 2024
1.506 Lulusan Unesa Diwisuda, Rektor dan Walikota Surabaya Tekankan Pentingnya Adaptasi Teknologi
Cak Ji: Kota Lama Surabaya, Masa Depan Ekonomi yang Cerah
Resmi! PKS Usung Eri Cahyadi sebagai Calon Walikota Surabaya
Kerja Bakti Bersama, Kader PDIP Surabaya Serap Aspirasi Warga untuk Eri Cahyadi-Armuji
Majelis Hakim PN Surabaya Periksa Properti sengketa Harri dan Yoan , PH Penggugat sebut Tergugat beritikad buruk