Kamis, 4 Juni 2026

Rapat Koordinasi Pembangunan Unit Pelayanan Makan Bergizi di Kabupaten Nias

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Rabu, 5 Juni 2024 | 15:09 WIB
Rapat koordinasi secara Vidcon dengan Tim dari Badan Gizi Nasional tentang tindaklanjut pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di Kabupaten Nias
Rapat koordinasi secara Vidcon dengan Tim dari Badan Gizi Nasional tentang tindaklanjut pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di Kabupaten Nias

NAWACITAPOST.COM - Rapat koordinasi secara Vidcon dengan Tim dari Badan Gizi Nasional tentang tindaklanjut pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di Kabupaten Nias, bertempat di Aula Gido Lantai III Kantor Bupati Nias pada Selasa, (04/06/2024).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0213 Nias beserta Jajarannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, Asisten Sekda Kabupaten Nias, Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Nias dan Para Kabag Lingkup Setda Kabupaten Nias.

Dandim 0213 Nias, Torang Parulian Malau melaporkan bahwa Kodim Nias selalu berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nias dalam setiap kegiatan. Ia menyampaikan bahwa Kepulauan Nias terdiri dari 4 Kabupaten 1 Kota yang tergolong dalam 3T.

Secara khusus, Kabupaten Nias yang terdiri dari 10 Kecamatan dan 170 Desa dengan segala keterbatasannya sangat tergolong 3T.

Baca Juga: Faigiziduhu Ndruru: Nias Pro 2024 Jadi Event Menarik di Nias Pulau Impian

"Saya berharap agar Kabupaten Nias menjadi prioritas dan padat proyek dalam Pembangunan Unit Pelayanan Makan Bergizi. Dengan segala keterbatasannya, saya berharap agar tahun ini dapat terwujud pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di wilayah Kabupaten Nias dan kami siap mendukung program ini," harapnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Nias Rahmani O. Zandroto memberikan paparan terkait kondisi Kabupaten Nias saat ini.

"Berdasarkan hasil Survei Stunting, yang sebelumnya angka Prevalensi Stunting sebesar 25% pada tahun 2022 dan telah turun menjadi 20,3%. Setelah di data kembali, stunting ini dialami oleh Balita, Remaja, Keluarga Miskin dan Pelajar Sekolah. Terdapat 2500 siswa yang tersebar di 220 sekolah se-Kabupaten Nias mengalami stunting,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Nias mengatakan bahwa beberapa kendala yang dihadapi oleh Kabupaten Nias yakni: jarak tempuh yang cukup jauh karena kondisi geografis, sebaran yang sangat luas dan tidak semua siswa menjadi sasaran penerima manfaat.

Baca Juga: WSL QS 5000 Nias Pro 2024, Marinus Gea: Peluang Wujudkan Nias Pulau Impian

“Menurut kami, solusi atas kondisi tersebut adalah pengusulan kuota penerima manfaat ditambah sebanyak 10.000 penerima manfaat dan bahan makanan yang digunakan nantinya kalau bisa berasal dari bahan lokal dari Kabupaten Nias. Dimana, bahan lokal ini juga nantinya secara tidak langsung mendongkrak produksi pertanian di Kabupaten Nias itu sendiri,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Badan Gizi Nasional menyampaikan bahwa kondisi Kabupaten Nias yang tergolong 3T sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, terkait persiapan Gedung, Dapur, Bahan Baku Makanan, Susu dan Kualitasnya harus di diskusikan secara intensif. Tentunya, hal ini akan ia sampaikan kepada pimpinan yaitu Bapak Presiden bertepatan setiap minggunya dilakukan pertemuan dan rapat bersama terkait program ini.

Ia menjelaskan, bahwa pada tahun 2024 anggaran masih belum tertuang dalam APBN tapi untuk sementara tersedia kuota sebanyak 349 lokasi pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi se-Indonesia. Bila sudah ada anggarannya, kita akan mengusulkan 10.000 pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi se-Indonesia.

“Saya sepakat bahwa pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di Kabupaten Nias menjadi prioritas. Semoga semua Kecamatan di Kabupaten Nias dapat dibangun Unit Pelayanan Makanan Bergizi mengingat jumlah stunting yang sangat banyak. Saya berharap agar Pemerintah Daerah dan TNI dapat berkolaborasi untuk mempersiapkan seluruh data dan dokumen supaya dapat diproses dengan cepat,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini