Minggu, 19 Juli 2026

Eri Cahyadi dan PCNU Surabaya tak Harmonis?

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Jumat, 24 Mei 2024 | 13:02 WIB
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya menggelar taaruf pengurus baru di Kantor PCNU Surabaya, Jalan Bubutan V1/2 Surabaya, Sabtu (18/05/2024) (Foto: NU Online)
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya menggelar taaruf pengurus baru di Kantor PCNU Surabaya, Jalan Bubutan V1/2 Surabaya, Sabtu (18/05/2024) (Foto: NU Online)

 

NAWACITAPOST.COM - Hubungan antara Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, dan organisasi masyarakat terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), dikabarkan tidak baik-baik saja.

Bukan tanpa dasar, ketidakharmonisan ini terlihat dari ketidakhadiran Walikota dalam setiap acara besar NU setahun ini. Ketika confirm hadir pun, Eri Cahyadi hanya diwakili stafnya.

Dikutip dari rajawarta, dalam penjelasannya, Ketua PCNU Kota Surabaya, Masduki Toha tidak ingin langsung menilai bahwa hubungan antara Walikota Surabaya dan PCNU tidak harmonis. Namun, ia mengungkapkan fakta bahwa selama setahun terakhir, Walikota tidak pernah hadir dalam acara besar NU.

Baca Juga: Dijamu Kikil, Eri Cahyadi Lempar Pujian dan Berharap Berjuang Bareng Golkar di Pilkada

"Dulu, ketika saya menjadi sekretaris, Eri Cahyadi adalah bagian dari pengurus. Kita undang terus, tapi kita maklum beliau Walikota, sibuk. Tapi dalam acara-acara khusus (acara NU), beliau tidak pernah hadir," ujar Gus Toha.

Meskipun Walikota Surabaya sering mengutus perwakilan yang hanya staf biasa, NU tetap menghormati perwakilan tersebut.

"Beliau tidak pernah hadir, bahkan kadang-kadang yang mewakili hanya pegawai biasa. Ya tetap kita terima saja, tidak masalah," jelasnya.

Baca Juga: Eri Cahyadi dan Armuji 'Melamar' diusung PAN Surabaya

Gus Toha menambahkan, ketidakhadiran Walikota di acara PCNU sebagai pengurus bukanlah masalah besar. Namun, ia sangat menyayangkan ketidakhadiran Walikota di acara besar NU.

"Ketidakhadiran Walikota dalam acara rapat PCNU, no problem. Tapi sebagai pejabat publik yang kita undang, seperti Halal Bihalal, Raker, Konfercap apalagi yang mengundang NU, itu sangat disayangkan. Tidak ada NU, tidak ada Republik ini," tegasnya.

Sebagai pejabat publik, menurut Gus Toha, Walikota seharusnya hadir dalam acara-acara NU untuk menghindari kesan adanya konflik pribadi dengan pengurus NU.

Baca Juga: Kader PDI Perjuangan Kritik Perilaku Politik Eri Cahyadi dan Armuji

"Terlepas dari senang atau tidak senang terhadap pribadi-pribadi, tetapi ini kepentingan NU," jelasnya.

Isu ketidakharmonisan ini juga dikabarkan dipicu oleh perebutan kursi di PCNU, namun Gus Toha membantahnya. "Tidak ada itu," tegasnya.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini