Rabu, 5 Agustus 2026

Mahasiswi IP 4 Terancam Protol Kuliah, Gara-gara Kebijakan Desil Kemiskinan

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:55 WIB
Momen Imam Syafi'i, anggota Komisi D DPRD Surabaya saat bertemu dengan sejumlah warga yang mengaku terdampak kebijakan penentuan kemiskinan berdasarkan desil 1 hingga 10
Momen Imam Syafi'i, anggota Komisi D DPRD Surabaya saat bertemu dengan sejumlah warga yang mengaku terdampak kebijakan penentuan kemiskinan berdasarkan desil 1 hingga 10

Inilah paradoksnya: angka kemiskinan bisa terlihat menurun, tetapi penderitaan warga miskin belum tentu ikut berkurang.

Ketika administrasi lebih kuat daripada realitas kehidupan warga, negara berisiko hanya mengenali kemiskinan di atas kertas.

Sementara di luar sistem, keluarga-keluarga yang benar-benar kesulitan terus berjuang sendiri—membayar sekolah, mempertahankan kuliah anak, memenuhi kebutuhan sehari-hari, hingga bertahan hidup dari penghasilan yang pas-pasan.

Karena itu, kasus Dian dan warga lainnya patut menjadi alarm bagi pemerintah. Jangan sampai keberhasilan menekan angka kemiskinan secara statistik justru menyembunyikan warga miskin yang gagal mendapatkan haknya.

Sebab kemiskinan yang tidak tercatat tetaplah kemiskinan. Dan warga yang tidak terdata tetap manusia yang membutuhkan kehadiran negara. ***

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini