NAWACITAPOST.COM — Sebuah momentum perubahan besar ditiupkan dari halaman Gedung Pemerintahan Kota Bekasi, pada Senin (8/6/2026) pagi. Memimpin apel pagi di hadapan seluruh aparatur sipil negara (ASN), Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, membawa angin segar sekaligus "sinyal bahaya" bagi para oknum yang berani bermain curang di wilayah hukumnya.
Bukan sekadar seremonial biasa yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antarlembaga dan penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan, apel pagi kali ini menjadi panggung ketegasan sang pemimpin dalam membedah isu-isu krusial kota.
Revolusi Hijau: Sampah Jadi Energi Terbarukan!
Menolak takluk dengan status Kota Bekasi yang kerap berkutat dengan urusan domestik kedaruratan sampah, Harris Bobihoe membuka amanatnya dengan sebuah inovasi radikal. Pemkot Bekasi siap bertransformasi dengan menyulap tumpukan sampah menjadi sumber energi terbarukan.
Tak main-main, ia menginstruksikan dinas terkait untuk bergerak secepat kilat, bersinergi, dan berkolaborasi dalam penyediaan lahan secara legal.
"Kita butuh aksi cepat, tepat, dan sesuai regulasi. Dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan revolusi lingkungan ini," tegas Harris.
Stop Pemborosan! Larang Keras Wisuda Mewah & Tahan Ijazah
Memasuki musim kelulusan dan kenaikan kelas, Harris Bobihoe langsung memasang badan untuk para orang tua murid. Di tengah tren perpisahan sekolah yang kian mahal, Plh Walkot dengan lantang melarang pihak sekolah membebani wali murid dengan biaya muluk-muluk.
-
Perpisahan Cukup di Sekolah: Acara kelulusan harus digelar secara sederhana tanpa mengurangi esensi dan makna sakralnya.
-
Haram Menahan Ijazah: Pemkot Bekasi mengharamkan adanya praktik penahanan ijazah dengan alasan apa pun!
Warning Keras! "Saya Tindak Tegas Oknum SPMB!"
Ketegasan Harris mencapai puncaknya saat membahas pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sadar bahwa momentum ini rawan menjadi ladang pungli dan kecurangan, ia mengirimkan pesan berdarah dingin kepada siapa saja yang berniat bermain di air keruh.
"Pelaksanaan SPMB harus berjalan bersih, jujur, dan sesuai prosedur. Pemerintah daerah akan menindak tegas dan TIDAK AKAN MENTOLERIR segala bentuk kecurangan yang dilakukan oleh oknum!"
Pernyataan penutup yang menggelegar ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah komando Plh Wali Kota Abdul Harris Bobihoe, Kota Bekasi tidak hanya sedang berbenah secara fisik dan lingkungan, tetapi juga sedang melakukan pembersihan moral besar-besaran di sektor pelayanan publik dan pendidikan.
Satu pesan yang jelas dari podium pagi ini: Sinergi atau Ditindak! (EZ/Dokpim)
Artikel Selanjutnya
Gemilang di Surabaya, MUSDA VI DPD HIMNI Jatim Sukses Cetak Nahkoda Baru Demi Kejayaan Ono Niha
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gemilang di Surabaya, MUSDA VI DPD HIMNI Jatim Sukses Cetak Nahkoda Baru Demi Kejayaan Ono Niha
Sandiwara dalam Kebisuan, Ketika Kebenaran Diduga Dikubur Rupiah Korupsi
Misteri Anggaran Miliaran Padangsidimpuan—Uang Pusat Cair, Mengapa Siswa Belajar di "Gedung Maut"?
Gurita Bisnis PT ANJ Agri Siais, Hukum Rimba di Atas Tanah Tapanuli Selatan
Mantan Kepsek SMAN 1 Angkola Selatan Diduga Jadi Predator Seksual, Dinas Pendidikan Ikut Disorot!