Jumat, 5 Juni 2026

Aduan Ormas Bermasalah, Komisi A Ajak Warga Tempuh Jalur Legislatif

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Senin, 5 Januari 2026 | 16:53 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko (Nawi)
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko (Nawi)

Cak Yebe lalu menyinggung makna Arek Suroboyo yang menurutnya tidak bisa dipersempit hanya pada garis keturunan. Identitas kota lahir dari kebersamaan dan tempat seseorang tumbuh.

“Saya orang asli Surabaya lahir di Surabaya oleh rahim dari seorang ibu kelahiran Jombang, apakah saya bukan arek Suroboyo, apakah arek Suroboyo harus mereka yang leluhurnya asli dari tanah Suroboyo?” katanya.

Dia menambahkan, banyak warga dari berbagai suku yang lahir, besar, dan berkeluarga di Surabaya. Semua memiliki hak yang sama sebagai bagian dari kota ini.

“Bagaimana dengan yang lain, apakah anak keturunan darah Madura yang lahir, besar, dan berkeluarga di Surabaya bukan arek Suroboyo, demikian juga orang Ambon, Batak, dan lainnya,” ujarnya.

Terkait ormas berbasis kesukuan, Cak Yebe mengajak semua pihak kembali pada tujuan awal pembentukannya. Menurut dia, label kesukuan seharusnya memperkuat solidaritas sosial, bukan memicu konflik.

“Jika tujuan ormas dibentuk dengan melabeli nama kesukuan, hakikatnya sebagai sarana silaturahmi warga dari suku tertentu untuk saling menguatkan, mempersatukan, dan membantu permasalahan sosial, ekonomi, dan budaya,” katanya.

Dia menegaskan aktivitas ormas sebaiknya fokus pada peran tersebut dan tidak terseret ke kepentingan lain. Jika menjalankan kontrol sosial, koordinasi dengan pemerintah menjadi hal yang wajib.

“Seyogyanya aktivitas ormas berorientasi dominan pada masalah itu, tidak tertarik ke politik, dan kalau menjalankan kontrol sosial harus terkoordinasi dengan dinas terkait serta melakukan pembinaan kepada anggota dan warga sesuai tujuan dibentuknya ormas,” kata Cak Yebe.

Cak Yebe menambahkan, ormas yang dewasa dalam bersikap dan terbuka dalam aktivitas sosial bisa menjadi penguat harmoni, bukan sumber gesekan di Surabaya.

“Setiap aktivitas sosial atau kontrol sosial dilakukan secara terbuka, terkoordinasi dengan pihak terkait, dan membawa manfaat luas bagi warga Surabaya, bukan hanya untuk kelompoknya sendiri,” pungkas Cak Yebe.***

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini