Kamis, 4 Juni 2026

Upaya Preventif, Pemkot Surabaya Layani Skrining dan Pemeriksaan Kesehatan Terintegrasi. Catat Jadwalnya!

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Rabu, 31 Januari 2024 | 23:30 WIB
Dalam upaya Preventif sekaligus mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat, Pemkot Surabaya mengadakan Skrining dan Pemeriksaan Kesehatan Terintegrasi (Nawi)
Dalam upaya Preventif sekaligus mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat, Pemkot Surabaya mengadakan Skrining dan Pemeriksaan Kesehatan Terintegrasi (Nawi)

NAWACITAPOST.COMPemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengadakan acara "Skrining dan Pemeriksaan Kesehatan Terintegrasi" gratis di seluruh wilayah kecamatan dan kelurahan se-Kota Surabaya.

Kegiatan ini akan berlangsung mulai dari 29 Januari hingga 10 Februari 2024.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Rosita Dwi Yuliandri, menjelaskan bahwa tujuan skrining kesehatan terintegrasi ini adalah bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga: Penguatan Literasi pada Anak, Pemkot Surabaya Gelar Lomba Mendongeng 2024. Ini Link Pendaftarannya!

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendekatkan akses kesehatan dan pemerataan pelayanan kesehatan di Kota Surabaya.

Rosita menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi timbulnya penyakit di musim pancaroba, baik yang menular maupun tidak menular di masyarakat.

"Tentunya, ini merupakan bagian dari salah satu edukasi kepada masyarakat untuk konsisten melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin," katanya.

Baca Juga: Surabaya Perkuat Aqidah Agama, Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Selama pelaksanaan skrining dan pemeriksaan kesehatan terintegrasi, Dinkes Kota Surabaya akan terus melakukan sosialisasi gaya hidup sehat kepada masyarakat, seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), risiko dari merokok, dan bahaya perilaku seks bebas.

Rosita menyebut bahwa kegiatan ini, meskipun sudah sering dilakukan oleh Pemkot Surabaya, kali ini mengalami sedikit modifikasi.

Selain fokus pada skrining kesehatan tidak menular, kegiatan ini juga menyediakan skrining penyakit yang berisiko menular, seperti Tuberkulosis (TBC), Hepatitis, dan infeksi seksual.

Baca Juga: Membangun Kota yang Lebih Baik, Wali Kota Surabaya Melantik Pengurus FMKKNS

Pelayanan ini ditujukan untuk semua kelompok usia, dari balita hingga lanjut usia. Balita dan anak-anak akan dilayani di posyandu dan puskesmas, sementara remaja akan dijangkau melalui fasilitas pendidikan, pondok pesantren, hingga sekolah-sekolah.

"Teknis pelaksanaannya akan dijadwalkan di masing-masing wilayah puskesmas dan kelurahan. Nanti akan disinergikan untuk lokasi-lokasinya, apakah di pondok pesantren, di asrama, balai RW, atau bahkan perkantoran hingga tempat kerja," jelasnya.

Halaman:

Editor: Nawi.

Sumber: Pemkot Surabaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini