Baca Juga: Pembangunan Suroboyo Kutho Lawas Lambat, DPRD Surabaya: Pemkot Lemah Perencanaan
"Jangan sampai ketinggalan ya, kedepan ada pembatasan subsidi LPG 3 kilogram. Hubungi RT dan RW!" pesannya.
Selain beberapa permasalahan terkait sosial, dalam agenda tersebut, Dyah Katarina bersama tim juga mendapat beberapa keluhan dari warga.
Diantaranya terkait tugas Kader Surabaya Hebat (KSH) yang terlalu banyak. Mencakup 17 item, sehingga dipastikan KSH kurang maksimal dalam menjalankan tugasnya.
Baca Juga: Lokasi banjir Surabayaberkurang 201 titik, Wali Kota Eri Targetkan Nol di Tahun 2026
Kemudian juga terkait pendidikan, tidak seimbangnya jumlah siswa dengan sekolah negri di wilayah kecamatan Sukomanunggal menyebabkan polemik di setiap kali tahun ajaran baru. Termasuk juga masalah perbaikan dan penambahan infrastruktur di kampung.
Sementara itu, Yuniar, Ketua RT02 RW2 kelurahan Simomulyo baru, Sukomanunggal mengapresiasi kinerja Dyah Katarina.
"Sebagai anggota DPRD Surabaya, bu Dyah benar-benar bisa menjalankan perannya sebagai wakilnya rakyat," puji Yuniar.
Baca Juga: Jatim Berhasil Turunkan Angka Bencana, Capai 47,9 persen di Tahun 2023
"Sebagai warga asli Sukomanunggal, kami berharap bu Dyah semakin peduli terhadap wilayah ini, khususnya terkait masalah pendidikan dan sosial," harapnya. ***
Artikel Terkait
Perkuat Pesona Chinatown, Pemkot Surabaya Pasang Papan Nama Bahasa Mandarin di Kya-Kya Kembang Jepun
Jatim Berhasil Turunkan Angka Bencana, Capai 47,9 persen di Tahun 2023
Lokasi banjir Surabayaberkurang 201 titik, Wali Kota Eri Targetkan Nol di Tahun 2026
DPRD Surabaya Desak Peninjauan Ulang Retribusi Foto dan Video di Balai Pemuda
Pembangunan Suroboyo Kutho Lawas Lambat, DPRD Surabaya: Pemkot Lemah Perencanaan
Ketua Komisi B DPRD Surabaya Protes: Pamflet Retribusi Pemotretan di Alun-alun Tidak Sesuai Hasil Pembahasan
DPRD Surabaya Setuju Retribusi Foto dan Video di Balai Pemuda, Tapi...!
Protes DPRD Terus Mengalir terkait Penempelan Pamflet Restribusi di Alun-alun Surobyo
Reses Dyah Katarina: Warga Putat Gede Timur butuh Penambahan Sekolah Negri
Dyah Katarina: Pos PAUD Terpadu sedang 'Diuji'