"Banyak program dan anggaran yang tidak tepat sasaran, contoh minat warga pelatihan memasak, tapi dilakukan pelatihan menjahit, dan contoh-contoh lainnya," ungkap Dyah.
"Ini yang mesti banyak di evaluasi kedepan," tegas Dyah Katarina, istri Wali kota Surabaya periode tahun 2002-2010, Bambang Dwi Hartono.
Termasuk, kata Dyah, masalah-masalah sekolah, infrastruktur kampung, kesehatan, hingga masalah kepemudaan dan ketenaga kerjaan sampai yang terkait Kader Surabaya Hebat (KSH) dan Pos PAUD Terpadu, akan menjadi PR pembahasan kedepan.
Baca Juga: Perkuat Pesona Chinatown, Pemkot Surabaya Pasang Papan Nama Bahasa Mandarin di Kya-Kya Kembang Jepun
Dalam diskusinya bersama warga Putat gede timur, Dyah menerima beberapa masukan, seperti kenakalan remaja, keterbatasan sekolah negri yang tidak sesuai dengan kebutuhan siswa, juga keluhan KSH yang merasa tugasnya amat berat.
Warga Putat Gede Timur pun antusias menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi sehari-hari, mulai dari infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan. Dyah Katarina menegaskan bahwa tanggapan dan solusi konkret akan segera diupayakan demi kesejahteraan bersama.
Diakhir, Dyah Katarina menutup pertemuan dengan mengajak seluruh warga untuk terus berpartisipasi dalam membangun Surabaya melalui kontribusi ide dan masukan yang konstruktif. ***
Artikel Terkait
Kanwil DJP Jatim I Resmi Kukuhkan 269 Relawan Pajak di Surabaya
Tepat tanggal 16, Perindo Surabaya Gelar Doa Bersama untuk Kesuksesan Pemilu 2024
Eropa di kota Surabaya, Pemkot Kota Pecantik Zona Wisata Kota Lama
Inspiratif! Warga Dukuh Kupang Surabaya Bersedia Bongkar Rumah demi Penanganan Banjir
Perkuat Pesona Chinatown, Pemkot Surabaya Pasang Papan Nama Bahasa Mandarin di Kya-Kya Kembang Jepun
DPRD Surabaya Desak Peninjauan Ulang Retribusi Foto dan Video di Balai Pemuda
Pembangunan Suroboyo Kutho Lawas Lambat, DPRD Surabaya: Pemkot Lemah Perencanaan
Ketua Komisi B DPRD Surabaya Protes: Pamflet Retribusi Pemotretan di Alun-alun Tidak Sesuai Hasil Pembahasan
DPRD Surabaya Setuju Retribusi Foto dan Video di Balai Pemuda, Tapi...!