"Menurut saya, apa yang direncanakan wali kota adalah suatu bentuk toleransi yang memang pertama kali di Surabaya bagi umat Kristen bisa hadir bersama di Balai Kota Surabaya," ujar Dewid.
Baca Juga: Komisi B DPRD Surabaya Dorong Peningkatan PAD di Tahun 2024
Selain itu, Dewid menilai bahwa inisiatif wali kota merupakan realisasi nyata dari Surabaya sebagai kota toleransi, bukan sekadar retorika. Dia menyimpulkan bahwa adanya fasilitasi umat Kristen beribadah bersama di Balai Kota adalah bentuk konkret dari konsep kota toleransi.
"Ketika banyak pimpinan bicara toleransi, tetapi mereka masih kesulitan merealisasikannya. Sekarang ada Wali Kota Surabaya yang memfasilitasi umat Kristen beribadah bersama di Balai Kota. Jadi ini merupakan bentuk interpretasi dari kota toleransi," pungkasnya.
(bnw)
Artikel Terkait
Komisi B DPRD Surabaya Dorong Peningkatan PAD di Tahun 2024
Bartender Cruz Lounge Hotel Vasa Surabaya Jadi Tersangka Kasus Mihol Beracun
Caleg Gerindra Dapil 4 Surabaya, R. Hariadi Nugroho sebut Setiap Kampung Wajib punya Ikon Ekonomi
Perdana! Pemkot Surabaya Salurkan BLT Permakanan Rp200 Ribu di Pabean Cantian
Dinsos Surabaya Jemput Bola Salurkan BLT Permakanan untuk KPM yang Sakit
BLT Permakanan Surabaya 2024, Anggaran APBD Sasar 8.310 Penerima
Minat Aktivasi IKD di Surabaya masih Rendah, Dispendukcapil Minta Institusi Aktif Gunakan KTP Digital
Program KTP SAKTI Ganjar-Mahfud disambut hangat Warga Nelayan Bulak Surabaya
Nobar Debat, Kader PDIP Surabaya sembari Sosialisasi KTP SAKTI Ganjar-Mahfud