Senin, 20 Juli 2026

Zuhrotul Mar’ah Ajak Siswa Muhammadiyah Surabaya Berani Bercita-Cita Jadi Pemimpin

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 12 Juni 2025 | 11:18 WIB
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah bersama guru dan siswa SD Muhammadiyah 7 Jagir Surabaya dan MI Muhammadiyah 28 Lakarsantri Surabaya (Istimewa)
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah bersama guru dan siswa SD Muhammadiyah 7 Jagir Surabaya dan MI Muhammadiyah 28 Lakarsantri Surabaya (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM – Gedung DPRD Kota Surabaya, yang biasanya digunakan untuk membahas berbagai kebijakan publik, Rabu (11/6/2025) berubah menjadi ruang belajar istimewa. Sebanyak 54 siswa dari SD Muhammadiyah 7 Jagir dan MI Muhammadiyah 28 Lakarsantri Surabaya mengikuti pembelajaran luar kelas bertema "Belajar Demokrasi dan Kepemimpinan."

Kegiatan edukatif ini dipusatkan di Ruang Rapat Paripurna dan dihadiri langsung oleh anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah. Para siswa tampak antusias sejak awal, ditemani para kepala sekolah, guru pendamping, serta perwakilan siswa dari masing-masing lembaga.

Kepala MI Muhammadiyah 28, Rohim, S.HI., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. “Kami ingin anak-anak tahu bagaimana proses musyawarah berjalan, memahami tugas wakil rakyat, dan menginspirasi mereka untuk berperan dalam pemerintahan ke depan,” ujarnya.

Baca Juga: Aldy Blaviandy: Jangan Cuma Segel Toko, Jukir Liar Perlu Solusi Manusiawi!

Dalam sesi utama, dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah menyampaikan dengan lugas berbagai fungsi strategis DPRD. Mulai dari fungsi legislasi, penganggaran, hingga pengawasan. Ia juga memperkenalkan beberapa struktur penting di DPRD seperti Badan Anggaran, Badan Musyawarah, dan Badan Kehormatan.

“Bermimpilah setinggi langit, tak ada yang tak mungkin. Menjadi anggota dewan, walikota, bahkan presiden bisa dicapai siapa pun yang punya semangat dan kerja keras,” ucap Zuhrotul, memotivasi para siswa yang mendengarkannya dengan penuh perhatian.

Acara mencapai puncaknya ketika para siswa diberi kesempatan mengikuti simulasi sidang paripurna. Tiga siswa secara bergiliran memimpin sidang, membacakan draf peraturan, membuka forum tanya jawab, hingga mengetuk palu tanda keputusan—mewujudkan pengalaman nyata menjadi pemimpin sidang.

Baca Juga: Ketua Komisi B: Negara Tak Boleh Kalah dari Preman Parkir!

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika Rezkal Zamoerald, salah satu siswa, bertanya mengenai komitmen pemerintah kota dalam memperbaiki kualitas pendidikan. Pertanyaan tersebut dijawab Zuhrotul dengan menjelaskan sejumlah program, seperti pelatihan guru, beasiswa PPG, pembangunan sekolah ramah anak, hingga renovasi fasilitas sekolah.

“Pendidikan adalah prioritas. Pemerintah terus berupaya membangun sistem pendidikan yang inklusif dan bermutu,” terang Zuhrotul.

Siswa lainnya, Abraham Aldiano Rizky Gunawan, yang juga menjabat sebagai Ketua IPM Junior MI Muhammadiyah 28, mengaku terinspirasi dengan kegiatan ini. “Saya senang bisa belajar langsung di sini. Semoga suatu hari nanti sekolah kami juga punya fasilitas sebagus ini,” katanya penuh semangat.

Baca Juga: Komisi C Soroti Kebijakan Parkir Pemkot: Niat Baik, Cara Keliru!

Tak sekadar kunjungan, kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses membentuk karakter generasi muda yang sadar akan nilai-nilai demokrasi dan tanggung jawab kepemimpinan.

“Kami ingin tanamkan bahwa menjadi pemimpin itu bukan sekadar duduk di kursi, tapi punya misi membangun bangsa,” tutup Rohim dengan penuh keyakinan. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini