Minggu, 19 Juli 2026

Ketua Komisi B: Negara Tak Boleh Kalah dari Preman Parkir!

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 12 Juni 2025 | 10:44 WIB
Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Muhammad Faridz Afif (Nawi)
Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Muhammad Faridz Afif (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Muhammad Faridz Afif, mengapresiasi langkah tegas Pemerintah Kota Surabaya dalam memberantas praktik parkir liar di area minimarket. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk nyata negara hadir melawan praktik premanisme yang sudah mengakar.

Namun, Afif menegaskan bahwa menghadapi jukir liar bukan perkara mudah. Ia mengungkapkan bahwa para juru parkir liar tersebut tidak bekerja secara individu, melainkan bagian dari jaringan yang telah terorganisasi dan eksis selama bertahun-tahun di Kota Pahlawan.

“Tidak mungkin seseorang tiba-tiba berdiri jadi jukir di minimarket. Mereka beroperasi dalam kelompok. Ini sudah berlangsung lama dan sangat terstruktur,” ujar Afif, Selasa, 10 Juni 2025.

Baca Juga: Komisi C Soroti Kebijakan Parkir Pemkot: Niat Baik, Cara Keliru!

Menurut Afif, pekerjaan jukir liar telah menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi sebagian orang, meskipun dilakukan secara ilegal. Ia menambahkan bahwa aktivitas tersebut tidak membutuhkan keterampilan khusus maupun latar belakang pendidikan.

“Cukup bermodal keberanian mendekati pelanggan, bahkan saat jelas-jelas ada plang bertuliskan ‘parkir gratis’. Mereka tidak canggung. Bahkan pernah membuat pimpinan Indomarco turun tangan karena pelanggan merasa terganggu,” paparnya.

Politisi dari Fraksi PKB ini juga mengungkapkan pengalamannya saat kelompok ormas pernah ditugaskan menjaga sejumlah minimarket untuk menghalau keberadaan jukir liar. Namun, upaya itu hanya bertahan singkat karena adanya intimidasi dari kelompok yang telah lama menguasai wilayah tersebut.

Baca Juga: Parkir Minimarket Jadi Polemik, DPRD Surabaya: Jangan Cuma Tekan Pengusaha, Beri Solusi!

“Pernah ormas mencoba menggantikan posisi mereka, tapi hanya bertahan beberapa bulan. Mereka mendapat tekanan dan tidak kuat menghadapi perlawanan. Akhirnya lokasi itu kembali dikuasai kelompok lama,” ungkapnya.

Afif menyatakan bahwa langkah represif yang dilakukan Pemkot Surabaya bersama TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan sudah berada di jalur yang tepat. Ia mendorong agar penertiban dilakukan secara terus-menerus tanpa kompromi.

“Negara tidak boleh kalah dengan premanisme. Gerakan ini harus konsisten. Jangan berhenti di tengah jalan,” tegasnya.

Baca Juga: Ghofar Ismail: Minimarket Harus Sediakan Lahan Usaha Gratis untuk UMKM Warga Sekitar

Afif bahkan menyampaikan dukungannya terhadap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang terjun langsung memimpin apel pemberantasan jukir liar dan turun ke lapangan menertibkan lokasi rawan.

“Saya dukung penuh gerakan ini sampai tuntas. Ini bukan sekadar penertiban, tapi bagian dari memulihkan wibawa hukum di kota ini,” tandasnya. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini