Kamis, 4 Juni 2026

Wali Kota Eri Cahyadi Tegas Melarang Penarikan Iuran Siswa

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Jumat, 29 Desember 2023 | 20:49 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Nawi)
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Nawi)

Surabaya NAWACITAPOST - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi para siswa.

Peringatan ini disampaikan dalam acara di Gedung Candra Kencana Surabaya pada Rabu (27/12/2023), di mana Wali Kota Eri Cahyadi melarang kepala sekolah dan guru menarik iuran siswa atas nama komite.

Alasan utama di balik larangan ini adalah keinginan Wali Kota Eri untuk menjadikan Surabaya sebagai kota yang ramah terhadap anak-anak. Ia menyatakan bahwa sekolah-sekolah didirikan untuk umum, bukan untuk kepentingan komite.

Meskipun pembentukan komite diperbolehkan, Wali Kota Eri menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh mengganggu siswa atau memengaruhi kebijakan kepala sekolah.

"Saya tidak ingin ada siswa yang merasa tidak nyaman atau terganggu di sekolah, atau bahkan mengalami kesulitan karena kebijakan yang tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan wali kota," ujar Wali Kota Eri Cahyadi.

Beliau menyampaikan pesan agar kepala sekolah yang memiliki komite tidak pernah menarik iuran dalam bentuk apapun, baik itu atas nama komite maupun hal lainnya.

Wali Kota Eri menganggap bahwa kepala sekolah yang mampu memimpin tanpa menarik iuran dari siswa adalah kepala sekolah yang luar biasa.

Dalam konteks ini, Wali Kota Eri mengingatkan bahwa sekolah di Surabaya terdiri dari beragam keluarga, termasuk yang mampu dan tidak mampu.

Oleh karena itu, ia menekankan agar kebijakan sekolah tidak memberatkan keluarga yang kurang mampu.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Eri juga menyoroti praktik meminta sumbangan sukarela yang dilakukan oleh beberapa oknum kepala sekolah atau guru.

Meskipun oknum tersebut menyatakan bahwa sumbangan tersebut berdasarkan kesepakatan dengan komite, Wali Kota Eri menegaskan bahwa sekolah di Surabaya tidak diizinkan untuk menarik iuran apapun dari siswa.

"Wali kota sudah melarang, dan saya larang. Tidak ada alasan apapun untuk meminta sumbangan kepada murid. Namun, jika memang memiliki rezeki, uang tersebut sebaiknya diberikan kepada sekolah untuk kepentingan seluruhnya," jelasnya.

Wali Kota Eri menyampaikan harapannya kepada kepala sekolah dan guru untuk menjaga marwah pendidikan di kota ini.

Ia mengkhawatirkan bahwa praktik meminta sumbangan dapat menyebabkan siswa merasa tertekan atau bahkan mengalami intimidasi dari teman-temannya di sekolah.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini