Kamis, 4 Juni 2026

Jenazah Pekerja di PT. MMJ Perlakukan Tenaga Kerja Seperti Hewan, Tidak Manusiawi Bahkan Jenazah menggunakan Alat Berat ( Jonder)

Photo Author
Sokhiaro Halawa, Nawacita Post
- Senin, 5 Mei 2025 | 08:29 WIB
Jenazah pekerja di perusahaan ,menggunakan Alat berat, Jonder.  di minta pihak Pemprov dan Pemda setempat, Menindak tegas Pihak perusahaan yang melakukan Jenazah Pekerjanya sperti Hewan.
Jenazah pekerja di perusahaan ,menggunakan Alat berat, Jonder. di minta pihak Pemprov dan Pemda setempat, Menindak tegas Pihak perusahaan yang melakukan Jenazah Pekerjanya sperti Hewan.

Jenazah Pekerja di PT. MMJ Perlakukan Tenaga Kerja Seperti Hewan, Tidak Manusiawi Bahkan Jenazah menggunakan Alat Berat ( Jonder)


Siak, Nawacitapost.com - kembali terjadi hal tidak wajar dan tidak layak diperlakukan terhadap manusia yang meninggal dunia yang tak lain, adalah tenaga kerja PT. MMJ (Marita Makmur Jaya) Milik Maria yang berlokasi RT 12/RW 06, Desa Darul Aman Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Yang mana jenazah salah satu pekerjanya sering diperlakukan oleh perusahaan perkebunan MMJ sebagaimana proses pemakaman janajah manusia pada umumnya yang layak di kebumikan.

Sebagaimana yang terjadi selama ini, setiap peti jenazah tenaga kerja diangkut dengan menggunakan alat berat jenis (Jonder) dari rumah duka menuju tepi parit bendungan kemudian didorong didalam parit yang ada dilikungan milik perusahaan MMJ untuk diseberangi lalu dipikul lagi kurang lebih 3 Km ke tempat pemakaman.

Tehe, Ketua DPP Lembaga Swadaya Masyarakat - Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM-KPK). Mengatakan kepada media, selama 3 hari berturut turut, sejak Senin hingga Rabu 26 April 2025, menyaksikan langsung. Yang mana dua peti jenazah diangkut dengan menggunakan alat pelangsir tandang buah kelapa sawit milik PT. MMJ, dan satu peti jenazah bayi diangkut dengan sepeda motor milik keluarga duka menuju kuburan. Ucap Tehe Pada Minggu, 27/04/25

Lanjut Tehe. "Berhubung alat berat jenis Jonder tidak bisa melewat parit karena besar, hingga peti jenazah didorong ke parit untuk dibawah ke seberang lalu peti jenazah dipikul oleh sejumlah pekerja teman Almarhum menuju kuburan sejauh kurang lebih 3 kilometer,”.

Terlihat dan terdengar dalam video yang dimilikinya, Tehe menjelaskan bahwa ada salah seorang tenaga kerja wanita yang diduga keluarga almarhum menyampaikan keluhannya dengan bahasa daerahnya jika ini pulau neraka sungguh sangat menderita.

“Melalui panggilan telpon saya telah menghubungi ketua RT 12 disana mempertanyakan terkait informasi yang kami terima, ternyata benar adanya kejadian tersebut. Ketua RT mengaku dalam panggilan teleponnya, kuburan tempat biasa dimakamkannya tenaga kerja sangat tidak layak dan masalah ini sudah dilaporkan oleh RT yang bersangkutan di Polsek dan kepada Bhabinkamtibmas agar tempat makam ini dibikin layak,” ucap Tehe.

Kemudian RT tersebut menjelaskan kepada Tehe jika tempat pemakaman dengan ukuran luar 40 x 40 meter sangat tidak layak, bahkan karena semak atau hutan setiap digali untuk tempat tenaga kerja yang baru meninggal langsung jumpa tengkorak.

“Kalau tim bapak turun kesini saya siap mendampingin di perusahaan. Sebetulnya sudah banyak tim yang sudah menyelusuri namun tidak ada penyelesaian. Saya sudah sampaikan sama Bhabinkamtibmas kalau perusahaan tidak segera membangun jalan ke kuburan ini, akan saya sampaikan di media,” kata Tehe menirukan ucapan RT 12/RW 06 Desa Darul Aman tersebut.

Berdasarkan fakta dan disaksikan langsung oleh Tehe dilapangan bahwa pihak perusahaan sama sekali tidak peduli dengan ketiga mayat pekerjanya bahkan ada yang dimakamkan dimalam hari.

“Ironisnya, jenazah kedua tenaga kerja dimakamkan pada malam hari sekitar Pukul 20 Wib dengan alasan alat berat/Jonder untuk mengantar jenazah ke Kuburan sedang dipakai untuk mengangkut Buah sawit dilokasi PT MMJ,” ungkap Tehe.

Bahkan saat Jenazah Almarhum Arisman Zai (Pekerja dibidang Perawatan) diturunkan dari alat berat angkutan buah sawit milik/Jonder terpaksa peti jenazah didorong dalam parit, sehingga sejumlah orang pekerja terpaksa terjun ke parit mengangkat peti jenazah agar tidak tenggelam di air, kemudian jenazah dipikul ramai-ramai sejauh kurang lebih 3 kilometer menuju kuburan yang sekitar pukul 12.00 wib malam keluarga dan pendeta yang memakamkan jenazah baru pulang dari pemakaman, jelas Tehe.

Kemudian lanjut Tehe, keluarga almarhum Sokhi atali Hulu terpaksa membawa jenazahnya ke dumai untuk dikuburkan disana. Sekitar pukul 19.00 wib malam sampai di tempat pemakaman di Dumai, berhubung alat Berat terlambat mengakut jenazah ke tempat ambulance yang disewakan oleh keluarga korban.

Tehe Laia mengungkapkan kepada sejumlah media, bahwa pemilik PT MMJ beserta pemimpin dan pegawasnya sangat tidak memiliki hati nurani, yang tak tega perlakukan mayat pekerjanya tidak manusiawi.

Halaman:

Editor: Sokhiaro Halawa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini