berita-peristiwa

Posyandu Remaja Sehati Resmi Dikukuhkan, FK UWKS bersama Pondok Paliatif RW12 Wage Edukasi Leukemia dan Anemia

Minggu, 13 September 2026 | 21:41 WIB

 

Ia menyebut kegiatan sebelumnya antara lain pemeriksaan dan edukasi terkait kanker serviks melalui pap smear dan IVA, kanker usus, kanker prostat, hingga kanker paru-paru.

“Kegiatan ini sudah kesekian kalinya. Kami sangat berterima kasih kepada para dokter dari UWKS yang sudah berkali-kali hadir dan memberikan edukasi serta pemeriksaan kepada warga,” katanya.

Baca Juga: FK UWKS Bersama Posyandu Lansia Nirmala dan Pondok Paliatif Wage Adakan Seminar Edukasi Kanker Usus Besar

Kini perhatian diarahkan kepada remaja. Lilis mengatakan Posyandu Remaja Sehati diharapkan menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi warga RW 12.

“Adik-adik remaja hari ini akan mengemban tugas baru dari RW 12 untuk ikut menata dan menjaga kesehatan warga. Harapannya, mereka menjadi generasi yang sehat dan cerdas,” tegasnya.

FK UWKS: Remaja Jangan Sampai Luput dari Perhatian Kesehatan

Ketua Pelaksana sekaligus dosen FK UWKS, Dr. Pratika Yuhyi Hernanda, MSc, PhD, mengatakan pembentukan Posyandu Remaja Sehati berangkat dari kegelisahan bahwa perhatian terhadap kesehatan masyarakat selama ini lebih banyak terfokus pada balita dan lansia.

Baca Juga: FK-UWKS gandeng Posyandu Lansia Nirmala Launching Pondok Paliatif di Wage

“Di sini sudah ada Posyandu Lansia, ada Posyandu Balita. Tetapi kelihatannya tidak ada yang secara khusus menyasar kesehatan remaja,” ujar Pratika.

Padahal, lanjut dia, jumlah remaja di RW 12 cukup besar. Berdasarkan data yang menjadi dasar kegiatan tersebut, terdapat sekitar 200 remaja di wilayah RW 12.

“Karena remaja di RW 12 ini cukup banyak, kurang lebih 200 remaja, kami melihat perlu ada kegiatan yang secara khusus mengarah pada kesehatan mereka,” jelasnya.

Dari hasil screening sebelumnya, perhatian khusus juga muncul terhadap kondisi remaja perempuan. Salah satu persoalan yang perlu diwaspadai adalah anemia yang dapat berkaitan dengan menstruasi dan asupan nutrisi yang tidak mencukupi.

“Pada pemeriksaan screening sebelumnya, kami menemukan beberapa remaja perempuan yang perlu mendapatkan perhatian. Karena itu kami berinisiatif mengadakan edukasi tentang anemia dan leukemia,” ungkap Pratika.

Anemia Remaja Masih Jadi Perhatian

Pratika menyebut anemia merupakan persoalan kesehatan yang cukup besar pada kelompok remaja. Dalam paparannya, ia menyampaikan angka prevalensi anemia remaja secara nasional berada di kisaran 30 persen.

Karena itu, edukasi tidak cukup berhenti pada pengetahuan mengenai penyakit. Remaja juga perlu memahami pentingnya pola makan, kecukupan zat gizi, kebiasaan hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Halaman:

Tags

Terkini